Sekolah di Sukoharjo Belum Gelar PTM pada Tahun Ajaran Baru 2021/2022

SUKOHARJO (HARIAN MERAPI) – Seluruh tenaga pendidik harus sudah menerima vaksin virus Corona menjadi syarat wajib bagi sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022. Kondisi sekarang vaksinasi virus Corona baru diberikan kepada tenaga pendidik disejumlah sekolah yang sebelumnya menyelenggarakan uji coba PTM. Atas kondisi tersebut membuat Pemkab Sukoharjo belum berani mengambil kebijakan PTM di semua sekolah pada tahun ajaran baru mendatang. Apabila dipaksakan PTM dikhawatirkan terjadi penyebaran virus Corona di sekolah disaat sekarang masih pandemi virus Corona.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Rabu (9/6) mengatakan, Pemkab Sukoharjo belum memutuskan akan melaksanakan PTM di semua sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang. Sebab pertimbangan berat dilakukan karena belum seluruh tenaga pendidik di semua sekolah sudah menerima vaksin virus Corona. Vaksinasi virus Corona terhadap semua tenaga pendidik menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sekolah apabila ingin melaksanakan PTM.

Pemkab Sukoharjo memilih menunggu selesainya vaksinasi virus Corona terhadap semua tenaga pendidik lebih dulu. Apabila dipaksakan dikhawatirkan bisa terjadi penyebaran virus Corona di sekolah saat PTM digelar.

Pada kondisi sekarang di Kabupaten Sukoharjo vaksinasi virus Corona baru diberikan kepada tenaga pendidik disejumlah sekolah yang menggelar uji coba PTM beberapa waktu lalu. Sedangkan tenaga pendidik di sekolah lain masih banyak yang belum menerima.

Etik Suryani menegaskan, PTM di sekolah tidak serta merta dilaksanakan jika program vaksinasi virus Corona belum menyasar seluruh tenaga pendidik. Sebab pertimbangan kesehatan dan keselamatan tenaga pendidik, siswa dan orang tua murid menjadi prioritas agar tidak tertular virus Corona.

“PTM di sekolah baru bisa digelar apabila semua tenaga pendidik di sekolah sudah menerima vaksinasi virus Corona. Itu syarat wajib demi keselamatan bersama. Apalagi sekarang masih pandemi virus Corona,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri melaksanakan vaksinasi virus Corona bagi tenaga pendidik tergantung kuota yang diterima daerah dari pemerintah pusat. Kondisi di Kabupaten Sukoharjo sendiri vaksin virus Corona yang diterima masih terbatas dan baru menyasar pada warga lanjut usia (lansia).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona juga melaksanakan vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik, pelayanan publik dan tenaga kesehatan. Mereka masuk skala prioritas dan proses vaksinasi virus Corona masih terus berjalan sampai sekarang.

“Vaksinasi virus Corona dengan sasaran tenaga pendidik memang sudah dilaksanakan namun jumlahnya belum banyak. Sebab vaksinasi virus Corona itu dilakukan menyesuaikan dengan kuota yang diberikan dari pusat,” lanjutnya.

Persiapan PTM sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 dikatakan Etik Suryani juga mempertimbangkan banyak hal tidak hanya vaksinasi virus Corona saja. Sebab sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan perlu dilengkapi. Disisi lain, juga berkaitan dengan surat izin dari orang tua murid.

Untuk sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan yang harus dilengkapi pihak sekolah seperti alat pengukur suhu badan, hand sanitizer, masker, penyediaan tempat mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, pengaturan meja dan kursi menerapkan sistem jaga jarak. Sedangkan surat izin orang tua murid juga wajib sebagai bukti kesediaan siswa belajar di sekolah saat PTM dilaksanakan. Tanpa surat izin tersebut siswa tidak bisa mengikuti PTM di sekolah. Begitu sebaliknya sekolah juga tidak bisa mengikutkan siswa saat PTM digelar tanpa surat izin orang tua murid.

Semua aturan ketat tersebut berlaku mengingat sekarang masih pandemi virus Corona. Pemkab Sukoharjo dikatakan Etik Suryani tidak ingin gegabah karena sekarang masih pandemi virus Corona.

“Pemkab Sukoharjo masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait PTM sekolah,” lanjutnya.

Etik melanjutkan, kondisi sekarang sekolah masih menyelesaikan tahun ajaran 2020/2021. Siswa tetap belajar di rumah secara online hingga tahun ajaran tersebut selesai. Hal itu dilakukan demi menjaga kesehatan bersama mengingat sekarang masih pandemi virus Corona dan Pemkab Sukoharjo memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Sekolah jangan memaksakan diri ikuti aturan dan kebijakan pemerintah. Ingat sekarang masih pandemi virus Corona,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo berlakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 1 sampai dengan 14 Juni. Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) tertanggal 1 Juni 2021 nomor 400/1645/2021 yang ditandatangani Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Etik Suryani, mengatakan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat seperti membatasi tempat atau kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) sebesar 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online dan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan ketentuan, untuk jenjang SD/MI dan PAUD masih melaksanakan PJJ, untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan MA dilaksanakan dengan uji coba PTM secara terbatas, ketat dan bertahap dengan pertimbangan peta risiko daerah, untuk jenjang perguruan tinggi atau akademi dilaksanakan dengan uji coba PTM secara bertahap.

Dalam rangka persiapan uji coba PTM tahap III pada bulan Juli 2021 diminta pada satuan pendidikan melakukan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan sesuai protokol kesehatan secara penuh, penguatan komitmen dan perilaku disiplin protokol kesehatan warga satuan pendidikan secara ketat khususnya pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik dan orang tua peserta didik, pengendalian mobilitas pendidik yang melaksanakan perjalanan lintas wilayah.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Warsini, mengatakan, uji coba PTM sekolah tingkat SMP di Kabupaten Sukoharjo telah selesai dilaksanakan 7 Mei 2021 lalu. Setelah tanggal tersebut dilanjutkan PJJ kembali sampai dengan berakhirnya tahun ajaran 2020/2021. Sekolah tingkat SMP sekarang dipastikan masih terus menggelar pembelajaran secara online dan menghindari tatap muka demi mencegah penyebaran virus Corona.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo setelah uji coba PTM di SMP berakhir 7 Mei lalu sampai sekarang masih terus melakukan pemantauan. Para kepala sekolah dan guru wajib memberikan laporan perkembangan kondisi di sekolah masing-masing untuk memastikan PJJ tetap berjalan dan tidak memaksakan diri menggelar PTM karena masih pandemi virus Corona.

Siswa dan orang tua murid juga sudah diminta oleh pihak sekolah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mereka diwajibkan memakai masker dan menghindari kerumunan. Termasuk juga dilarang mudik Lebaran sesuai kebijakan pemerintah pusat demi mencegah penyebaran virus Corona.

“Setelah 7 Mei lalu atau berakhirnya uji coba PTM maka siswa kembali PJJ hingga tahun ajaran 2020/2021 berakhir. Pihak sekolah juga sudah diminta memberikan pembelajaran online dan tidak lagi digelar di ruang kelas,” ujarnya.

Kondisi di Kabupaten Sukoharjo saat ini baru saja selesai dilaksanakan uji coba PTM tahap pertama dimulai pada 5-16 April lalu. Lima sekolah penyelenggara tersebut yakni SMPN 1 Sukoharjo, SMAN 1 Sukoharjo, SMKN 1 Sukoharjo, MAN 1 Sukoharjo dan MTSn 2 Sukoharjo. Uji coba PTM tahap kedua kemudian dilanjutkan di 13 sekolah tingkat SMP tersebar di 12 kecamatan digelar 19-30 April.

Sedangkan di tingkat SMA dan SMK uji coba PTM digelar di 20 sekolah pada 26 April selama dua pekan. Sebanyak 20 SMA dan SMK negeri dan swasta yang uji coba PTM yakni, SMAN 1 Kartasura, SMAN 1 Mojolaban, SMAN 1 Nguter, SMAN 1 Polokarto, SMAN 3 Sukoharjo, SMAN 1 Tawangsari, SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo, SMA Insan Cendekia Al Mujtaba, SMAS Unggulan CT Arsa Foundation, SMA Veteran 1 Sukoharjo, SMKN 2 Sukoharjo, SMKN 3 Sukoharjo, SMKN 4 Sukoharjo, SMKN 5 Sukoharjo, SMKN 6 Sukoharjo, SMK Bina Patria 1 Sukoharjo, SMK Kasatrian Solo Sukoharjo, SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, SMK Saraswati Grogol Sukoharjo dan SMK Veteran 1 Sukoharjo.

“Kami minta pada para kepala sekolah dan guru aktif memantau perkembangan siswa selama PJJ. Tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran saja, tapi juga mengenai kepatuhan protokol kesehatan. Jangan sampai siswa seharusnya belajar di rumah tapi justru sering beraktivitas diluar dan tertular virus Corona,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Pelatih KAI Bima Perkasa David Singleton Dikaitkan dengan Prawira Bandung

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pelatih KAI Bima Perkasa, David Singleton, jadi komoditas seksi di bursa transfer Indonesian Basketball League (IBL)

Close