Pemkab Sukoharjo Tolak Serahterima Underpass Makamhaji Dalam Kondisi Rusak

Underpass Makamhaji, Kartasura rusak seperti jalan rusak dan rembesan air pada bagian dinding butuh perbaikan. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Foto dokumen underpass Makamhaji, Kartasura rusak seperti jalan rusak dan rembesan air pada bagian dinding butuh perbaikan. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemkab Sukoharjo menolak proses serahterima Underpass Makamhaji Kartasura dari pemerintah pusat ke daerah apabila masih dalam kondisi rusak. Proses serahterima sendiri sekarang sedang dilaksanakan pemerintah pusat ke daerah. Kelayakan kondisi Underpass Makamhaji Kartasura menjadi syarat wajib karena akan digunakan sebagai fasilitas umum masyarakat sekaligus jalur penting penghubung antar daerah.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sabtu (15/5) mengatakan, dua organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo sudah memberikan laporan terkait hasil koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai proses serahterima Underpass Makamhaji Kartasura. Pemkab Sukoharjo dengan tegas menyatakan menolak apabila kondisi Underpass Makamhaji Kartasura dalam kondisi rusak parah diserahkan pengelolaanya dari pusat ke daerah. Perbaikan harus dilakukan kembali dan memastikan kondisi Underpass Makamhaji Kartasura dalam keadaan baik baru bisa diserahterimakan.

Bupati sudah meminta kepada dua OPD masing masing Dishub dan DPUPR Sukoharjo saling bekerjasama berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab kondisi Underpass Makamhaji Kartasura apabila dalam kondisi rusak dan diserahterimakan dari pusat ke daerah maka berdampak tidak baik. Sebab kerusakan menyebabkan keluhan dari masyarakat karena membuat tidak aman dan nyaman saat melintas.

Dampak besar lainnya yakni beban tinggi bagi Pemkab Sukoharjo karena harus melakukan perbaikan kerusakan Underpass Makamhaji Kartasura apabila sudah diserahterimakan dari pusat ke daerah. Sebab anggaran yang dibutuhkan melakukan perbaikan sangat banyak mengingat kerusakan terjadi parah. Kerusakan meliputi jalan dan saluran air termasuk penutupnya.

“Pemkab Sukoharjo tidak mau menerima serahterima Underpass Makamhaji Kartasura apabila masih rusak parah. Sebab sekarang saja banyak keluhan masyarakat karena tahunya jadi kewenangan daerah padahal masih tanggungjawab pusat. Jadi pusat harus melakukan perbaikan dan kami harus pastikan dulu sudah baik dan layak baru kami terima serahterima Underpass Makamhaji Kartasura,” ujarnya.

Etik mengatakan, banyak menerima keluhan masyarakat beberapa hari lalu sebelum Lebaran melalui nomor pengaduan yang dibuka. Masyarakat mengeluhkan kerusakan jalan dan penutup saluran air Underpass Makamhaji Kartasura. Usai mendapat keluhan masyarakat, bupati langsung memerintahkan Dishub dan DPUPR Sukoharjo melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Hasilnya ternyata memang terjadi kerusakan parah sesuai keluhan masyarakat.

“Ada video dan foto yang disampaikan dalam keluhan masyarakat ke saya. Jadi memang Underpass Makamhaji Kartasura rusak parah. Dan sudah kami ajukan perbaikan ulang ke pemerintah pusat,” lanjutnya.

Atas kerusakan tersebut Pemkab Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk bersabar. Sebab proses perbaikan ulang sudah diajukan ke pemerintah pusat dan menunggu realisasinya saja.

“Proses serahterima Underpass Makamhaji Kartasura sudah dilakukan lama sejak Pemkab Sukoharjo masih dipimpin Bupati Wardoyo Wijaya. Saat itu Pak Wardoyo Wijaya sudah meminta pada pemerintah pusat memastikan kondisi Underpass Makamhaji Kartasura dalam keadaan baik baru bisa diserahterimakan. Kalau rusak maka Pemkab Sukoharjo tidak mau karena banyak keluhan masyarakat dan beban anggaran untuk perbaikan tinggi,” lanjutnya.

Etik mengatakan, sudah melakukan pengecekan langsung kerusakan Underpass Makamhaji Kartasura dan menerima laporan dari OPD terkait. Pada dasarnya penyebab utama kerusakan karena adanya sumber mata air di bawah jalan Underpass Makamhaji Kartasura. Sumber air tersebut keluar tanpa henti dan membuat aspal mengelupas. Genangan air bahkan ditemukan di lubang jalan sehingga mempercepat kerusakan.

“Penyebab utama kerusakan karena ada sumber mata air. Pemerintah pusat juga sudah tahu dan sampai sekarang belum terselesaikan. Kami minta pihak terkait yang paham cara penanganan terkait sumber mata air itu bisa membantu memberikan masukan demi perbaikan Underpass Makamhaji Kartasura. Sebab jalan itu juga untuk fasilitas umum masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemkab Sukoharjo kembali menerima keluhan masyarakat terkait kondisi kerusakan Underpass Makamhaji, Kartasura. Kondisi jalan rusak parah karena terdapat banyak lubang sehingga membahayakan masyarakat yang melintas. Kerusakan tersebut sudah terjadi cukup lama beberapa pekan lalu. Kerusakan semakin parah mengingat banyak kendaraan melintas dan terdampak sumber air di bawah jalan Underpass Makamhaji.

Pemkab Sukoharjo sudah merespon keluhan masyarakat dengan meminta pada dua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo. Kedua OPD diminta turun langsung melakukan pengecekan melihat kerusakan di Underpass Makamhaji, Kartasura.

DPUPR dan Dishub Sukoharjo juga diminta segera mendesak kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melakukan perbaikan ulang kerusakan Underpass Makamhaji, Kartasura. Perbaikan diharapkan bisa dikerjakan secepatnya mengingat kerusakan semakin parah dan Underpass Makamhaji, Kartasura padat kendaraan menjelang Lebaran.

“Sekitar Maret lalu Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sudah melakukan perbaikan berupa pengaspalan ulang jalan dan tutup saluran air Underpass, Makamhaji, Kartasura. Tapi sekarang Mei ini rusak parah dan Pemkab Sukoharjo menerima banyak keluhan masyarakat. Pemkab Sukoharjo sudah minta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan segera melakukan perbaikan ulang lagi,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sengaja meminta perbaikan ulang kerusakan Underpass Makamhaji, Kartasura kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan karena masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Status Underpass Makamhaji, Kartasura sekarang belum diserahkan ke pemerintah daerah.

“Kami sudah pengajuan dan meminta pada masyarakat bersabar. Sebab perbaikan menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat,” lanjutnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengatakan, serahterima Underpass Makamhaji Kartasura masih dalam proses dan belum selesai. Serahterima kemungkinan besar masih lama akan diproses karena kondisi sekarang Underpass Makamhaji Kartasura rusak parah meski sebelumnya sekitar Maret lalu sudah dilakukan perbaikan ulang oleh pemerintah pusat.

“Seperti kebijakan dari bupati, serahterima Underpass Makamhaji Kartasura baru bisa diterima Pemkab Sukoharjo apabila kondisinya sudah baik. Apabila rusak maka tidak diterima dan harus dilakukan perbaikan dulu dari pusat. Setelah perbaikan juga akan dipastikan Pemkab Sukoharjo dulu kondisinya memang sudah baik. Sebab kondisi sekarang saja sekitar Maret lalu sudah diperbaiki tapi Mei sudah rusak lagi,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Enceng Gondok Atasi Susah Kencing

 SALAH satu jenis tanaman air yang mudah ditemukan di berbagai tempat, yakni enceng gondok. Tak jarang jenis tanaman ini hidup

Close