Libur Lebaran Pasar Tradisional Diserbu Pengunjung

SUKOHARJO (MERAPI) – Pasar tradisional dan pusat perbelanjaan serta rumah makan diserbu pengunjung selama libur Lebaran. Akibatnya terjadi kerumunan massa dan rawan menyebabkan penyebaran virus Corona. Pihak pengelola diminta memperketat pengawasan terkait protokol kesehatan (Prokes). Sanksi bagi pelaku pelanggaran tetap diberlakukan sebagai penegakan aturan sekaligus pencegahan munculnya klaster baru.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Sabtu (15/5) mengatakan, menemukan kerumunan massa saat libur Lebaran di pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan rumah makan. Tempat tersebut diserbu pengunjung baik warga lokal maupun luar daerah. Akibatnya terjadi kepadatan di dalam bangunan dan antrean kendaraan di luar. Petugas gabungan langsung melakukan penertiban sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Satpol PP Sukoharjo pada libur Lebaran tetap menurunkan petugas melakukan patroli bersama pihak terkait lain seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan lainnya. Sasarannya tidak hanya pemudik namun juga tempat rawan kerumunan massa seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan rumah makan.

“Dua hari ini terhitung Jumat dan Sabtu (14-15/5) ada peningkatan aktivitas masyarakat. Pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan rumah makan diserbu pengunjung. Protokol kesehatan tetap wajib berlaku. Petugas sudah melakukan patroli dengan melibatkan pihak pengelola setempat,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo melakukan patroli ke lokasi untuk memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Tidak hanya sekedar memakai masker saja, Heru menegakan termasuk juga menjaga jarak dan penyemprotan disinfektan dilokasi tempat usaha baik pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan rumah makan.

Antrean pengunjung ditemukan Satpol PP Sukoharjo ditempat kasir atau pembayaran dan parkir kendaraan. Petugas langsung memberikan teguran kepada pihak pengelola dan pelaku pelanggaran protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Situasinya sekarang masih pandemi virus Corona. Masyarakat kami minta menahan diri dan tidak memaksakan beraktivitas di luar rumah karena bisa menimbulkan kerumunan massa. Tetap patuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Iwan Setiyono mengatakan, aktivitas di pasar tradisional meningkat signifikan usai Lebaran. Pengunjung datang untuk membeli bahan kebutuhan pokok pangan. Tingginya aktivitas membuat pihak pengelola pasar tradisional memperketat pengawasan.

“Di masing masing pasar tradisional sudah ada petugas terkait pengawasan protokol kesehatan. Memang dalam dua hari terakhir terjadi peningkatan signifikan pengunjung. Pasar jadi ramai dan terjadi kerumunan massa. Petugas sudah melakukan pengaturan sebagai pencegahan penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

Iwan menegaskan, pengelola pasar tradisional sudah bertindak tegas menegakan aturan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona seperti melarang pengunjung masuk apabila tidak memakai masker dan suhu badan tinggi. Sedangkan terkait kerumunan massa, petugas meminta pada pengunjung tetap menjaga jarak.

“Pengunjung yang kedapatan membawa kendaraan berplat nomor luar daerah juga kami perketat pengawasan dengan melakukan pemeriksaan dan melaporkannya ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo,” lanjutnya.

Pelaporan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dilakukan sebagai pencegahan munculnya klaster baru penyebaran virus Corona di pasar tradisional. Sebab petugas menemukan banyak kendaraan berplat nomor luar daerah masuk ke dalam pasar tradisional.

“Pedagang memang ada yang membawa kendaraan berpelat nomor luar daerah dan itu sudah diketahui pengelola pasar sejak lama. Sedangkan sekarang ada temuan peningkatan kendaraan berplat nomor luar daerah dari pembeli kemudian dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan jangan sampai mereka membawa virus Corona dan menyebar di pasar,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Kondisi arus lalu lintas di bundaran tugu Kartasura berangsur normal setelah melewati puncak balik Lebaran. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Peningkatan Lalu Lintas Kendaraan Arus Balik Diperkirakan Terjadi 16 Mei

SUKOHARJO (MERAPI) - Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo memperkirakan puncak arus balik Lebaran ditengah pemberlakuan kebijakan pemerintah pusat melarang mudik Lebaran

Close