Peningkatan Lalu Lintas Kendaraan Arus Balik Diperkirakan Terjadi 16 Mei

SUKOHARJO (MERAPI) – Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo memperkirakan puncak arus balik Lebaran ditengah pemberlakuan kebijakan pemerintah pusat melarang mudik Lebaran terjadi pada Sabtu dan Minggu (15-16/5). Volume kendaraan diperkirakan akan mengalami kenaikan khususnya di wilayah perbatasan. Petugas gabungan tetap disiapkan melakukan pengetatan pengawasan mengantispasi terjadinya penyebaran virus Corona sekaligus pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan dan identitas pengendara kendaraan berplat nomor luar daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro, Sabtu (15/5) mengatakan, ada peningkatan volume kendaraan yang sekarang sudah mulai terlihat di perbatasan karena aktivitas masyarakat merayakan Lebaran. Puncak arus balik pemudik sendiri diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu (15-16/5).

Toni menjelaskan, peningkatan volume kendaraan ditemukan petugas di wilayah perbatasan katena berbagi aktivitas masyarakat lokal Sukoharjo maupun Solo Raya. Mereka melakukan berbagai aktivitas melintas wilayah perbatasan Sukoharjo untuk berbelanja di pusat perbelanjaan, makan maupun jalan-jalan. Kepadatan kendaraan juga terlihat di pasar tradisional karena masyarakat berbelanja kebutuhan pokok pangan menjelang Lebaran ketupat.

Peningkatan aktivitas masyarakat lokal tetap mendapat pemantauan dari Dishub Sukoharjo. Sebab pergerakan mereka mengakibatkan kerumunan massa dan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan pengawasan bersama.

“Pemudik lokal di wilayah Solo Raya masuk Sukoharjo banyak kami temukan. Termasuk pula pemudik dari luar daerah juga sama banyak hingga ribuan orang. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu (15-16/5). Tetap kami pantau walaupun kecil kemungkinan mengakibatkan kemacetan seperti Lebaran sebelum pandemi virus Corona,” ujarnya.

Dishub Sukoharjo memperkirakan pergerakan pemudik melakukan perjalanan balik akan menggunakan berbagai sarana transportasi seperti kendaraan pribadi maupun bus dan kereta api. Hal itu sama seperti ditemukan saat arus mudik kemarin.

“Senin (17/5) aktivitas kerja sudah normal. Kerja kantor, maupun diberbagai kegiatan di tempat usaha juga sama. Jadi pekerja yang masih di luar daerah tetap akan pulang pada Sabtu dan Minggu (15-16/5),” lanjutnya.

Koordinasi terus dilakukan Dishub Sukoharjo dengan instansi gabungan lainnya terkait arus balik Lebaran. Pemantauan dilakukan bersama di tiga pos pengamanan (Pospam) Lebaran di Kartasura, Solo Baru Grogol dan Sukoharjo.

Dishub Sukoharjo pada Lebaran tahun ini memberlakukan sistem sama seperti 2020 lalu mengingat pemerintah pusat tetap melarang mudik. Pelarangan dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Antisipasinya ke penyebaran virus Corona karena sekarang masih pandemi. Pergerakan pemudik dipantau tidak hanya saat melintas menggunakan kendaraan saja. Tapi juga aktivitas di kampung halaman dan selanjutnya pergi merantau kembali dengan melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona,” lanjutnya.

Toni Sri Buntoro mengatakan, Dishub Sukoharjo ikut melakukan pendataan terkait kedatangan pemudik pada momen Lebaran tahun ini. Hal itu dilakukan mengingat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021. Larangan diberlakukan mengingat sekarang masih pandemi virus Corona. Diharapkan tidak adanya aktivitas mudik Lebaran bisa mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

Hasil pendataan pemudik dari Dishub Sukoharjo diketahui ada peningkatan angka setiap hari. Seperti terlihat pada data 7 Mei diketahui baru ada 2.414 orang pemudik. Sedangkan pada 8 Mei angkanya mengalami kenaikan menjadi 2.639 orang pemudik. Peningkatan jumlah pemudik dimungkinkan masih terjadi hingga sekarang.

Kemungkinan tersebut terjadi karena hasil pemantauan Dishub Sukoharjo meski sekarang sudah diberlakukan larangan mudik Lebaran mulai 6 Mei lalu ternyata masih ada pemudik datang. Dalam dua hari setelah diberlakukan larangan mudik jumlah pemudik yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo cukup banyak.

“Data pemudik masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo per 8 Mei 2021 diketahui ada 2.639 orang pemudik,” ujarnya.

Pemudik masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo paling banyak berada di Kecamatan Nguter ada 433 orang. Terbanyak berikutnya di Kecamatan Bulu 429 orang, Kecamatan Sukoharjo 369 orang, Kecamatan Tawangsari 369 orang. Sedangkan jumlah pemudik terendah di Kecamatan Grogol 37 orang, Kecamatan Kartasura 46 orang, Kecamatan Gatak 51 orang.

Dishub Sukoharjo berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pelaporan data jumlah pemudik. Sebab keberadaan pemudik tersebut tidak hanya dipantau berkaitan kedatangan saja namun juga memantau kondisi kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Dishub Sukoharjo memantau kedatangan pemudik dengan melihat transportasi yang digunakan seperti bus dan mobil pribadi. Pemantauan dilakukan baik petugas langsung di lapangan maupun kamera CCTV. Sedangkan setelah pemudik masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo maka pemantauan dilakukan oleh petugas terkait untuk memantau kondisi kesehatan mengingat sekarang masih pandemi virus Corona,” lanjutnya.

Pemantauan kondisi kesehatan para pemudik dikatakan Toni sudah dilakukan petugas terkait. Salah satunya dengan pemeriksaan pemudik melalui swab antigen. Selain itu petugas juga memantau pemudik selama karantina mandiri di rumah. Para pemudik harus dipastikan dalam keadaan sehat sebelum bertemu dengan orang lain di wilayah Kabupaten Sukoharjo. (Mam)

Read previous post:
Polisi Data Identitas 9 Korban Tenggelam di Waduk Kedung Ombo

BOYOLALI (MERAPI) - Polres Boyolali melakukan pendataan identitas 9 korban penumpang perahu tenggelam yang belum ditemukan di Waduk Kedung Ombo

Close