Polres Sukoharjo Kedepankan Upaya Memutus Penyebaran Virus Corona

Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas dan Dandim 0726 Letkol Inf Agus Adhy Darmawan pemeriksaan pasukan apel Operasi Ketupat Candi 2021. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 602 orang petugas dari tim gabungan terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2021. Apel gelar pasukan di gelar di halaman Pemkab Sukoharjo, Rabu (5/5). Kesiapan personil dan peralatan yang terlibat dicek langsung sebelum bertugas. Petugas yang terlibat nantinya tidak hanya fokus pada pengamanan saja, melainkan juga sasaran pencegahan penyebaran virus Corona mengingat sekarang masih pandemi virus Corona dan ada larangan mudik Lebaran sesuai kebijakan pemerintah pusat 6-17 Mei.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Candi 2021 berasal dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan lainnya. Keterlibatan petugas gabungan tersebut nantinya bisa bekerja maksimal dan menyasar bisa menyentuh masyarakat tingkat bawah, khususnya dalam upaya antisipasi pemudik.

Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021 dilakukan dengan sasaran tidak hanya berkaitan dengan keamanan saja, bupati mengatakan juga pencegahan penyebaran virus Corona. Salah satunya dengan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Mudah-mudahan PPKM Mikro bisa berjalan sehingga mendukung pemerintah dan juga TNI-Polri dalam mengantisipasi penyebaran virus sehingga tidak terjadi ledakan kasus corona di Sukoharjo selama Lebaran ini,” ujarnya.

Penerapan PPKM Mikro dilakukan dengan menggerakkan petugas gabungan baik dari TNI, Polri, tokoh masyarakat hingga pengurus RT dan RW. Masing-masing petugas memiliki peran sangat penting dalam membantu pemerintah mencegah penyebaran virus Corona.

“Penerapan PPKM Mikro sangat efektif dan wajib dilakukan. Apalagi pada Lebaran kali ini masih dimungkinkan pemudik datang ke Sukoharjo. Jadi pengurus RT dan RW bisa aktif mendata, melaporkan dan memantau pemudik di wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, sebanyak 602 personil gabungan terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2021. Mereka berasal dari petugas gabungan seperti Polri, TNI, Satpol PP Sukoharjo dan lainnya. Pada Operasi Ketupat Candi 2021 Polres Sukoharjo menyiapkan sebanyak tiga titik pos pengamanan (pospam) masing masing berada di simpang lima Sukoharjo, simpang empat Patung Pandawa Solo Baru, Grogol dan di bekas terminal lama Kartasura.

Polres Sukoharjo pada Operasi Ketupat Candi 2021 lebih mengedepankan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan penegakan protokol kesehatan. Bentuk kegiatan tersebut berupa operasi yustisia berupa pemeriksaan identitas kependudukan. Polisi akan melakukan operasi di tiga pospam dengan sasaran pemeriksaan terhadap kendaraan berpelat nomor luar daerah.

Petugas gabungan juga akan melakukan pemeriksaan berupa rapid test antigen secara acak dengan sasaran pemudik. Kegiatan dilakukan di pospam saat pemeriksaan terhadap pemudik yang melintas menggunakan kendaraan berpelat nomor luar daerah.

“Operasi lebih mengedepankan pencegahan penyebaran virus Corona dengan kegiatan operasi yustisia. Selain itu juga pemeriksaan terhadap pemudik berupa rapid test antigen dilakukan oleh tenaga medis,” ujarnya.

Pencegahan penyebaran virus Corona juga dilakukan Polres Sukoharjo untuk aktif patroli hingga desa dan kelurahan. Masyarakat khususnya pengurus RT dan RW ikut dilibatkan untuk memantau warganya menerapkan protokol kesehatan. Keterlibatan juga dilakukan untuk memantau kedatangan pemudik di wilayahnya masing-masing.

“Lebih mengedepankan PPKM Mikro di lingkungan RT dan RW. Protokol kesehatan tetap wajib diterapkan oleh warga. Termasuk memantau kedatangan pemudik,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Durian Dukung Kesehatan Tulang dan Gigi

TAK sedikit jenis buah-buahan mempunyai nilai gizi. Bahkan daging buahnya banyak disenangi berbagai kalangan, baik ketika dikonsumsi langsung maupun dibuat

Close