Kasus Positif Corona di Desa Palur Klaster Keluarga

SUKOHARJO (MERAPI) – Temuan kasus positif virus Corona pada jamaah masjid di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dipastikan bukan klaster masjid namun hanya klaster keluarga. Kepastian tersebut diketahui setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan monitoring dan meminta keterangan takmir masjid. Total ada empat orang dalam satu keluarga terkonfirmasi positif virus Corona sesuai hasil pemeriksaan petugas.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban sekaligus Camat Mojolaban Iwan Setiyono, Selasa (4/5) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban sudah melakukan monitoring di masjid di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dimana sebelumnya dilaporkan ada temuan salah satu jamaahnya positif virus Corona. Monitoring dilakukan petugas untuk melihat secara langsung tempat dan kondisi masjid serta meminta keterangan takmir.

Dalam monitoring tersebut diketahui bahwa salah satu jamaah masjid sekaligus pengurus takmir masjid diketahui positif virus Corona. Jamaah tersebut sudah lama tidak aktif ke masjid sekitar satu minggu.

Hasil pengecekan dan pemeriksaan kemudian diketahui bahwa satu jamaah masjid tersebut positif virus Corona. Setelah terkonfirmasi positif virus Corona jamaah masjid tersebut mendapat perawatan di rumah sakit. Pemeriksaan juga dilakukan petugas terhadap anggota keluarga jamaah masjid tersebut. Hasilnya diketahui ada tiga anggota keluarga positif virus Corona. Artinya secara keseluruhan ada empat orang dalam satu kelurga terkonfirmasi positif virus Corona.

Puskesmas Mojolaban atas kejadian tersebut dikatakan Iwan Setiyono kemudian melakukan pelacakan kontak erat. Hasilnya disimpulkan bahwa kejadian ini bukan klaster masjid tetapi hanya klaster keluarga saja karena terkonfirmasi positif virus Corona ada empat orang dalam satu keluarga.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban dan Muspika Kecamatan Mojolaban sudah cek langsung ke lapangan dengan mendatangi masjid. Hasilnya bukan klaster masjid tapi hanya klaster keluarga. Kami juga sudah meminta pada takmir masjid untuk memperketat pengawasan dan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Iwan Setiyono menambahkan, satu jamaah masjid dan anggota keluarganya yang terkonfirmasi positif virus corona sudah mendapat penanganan petugas baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah. “Tidak ditemukan penyebaran virus Corona di masjid. Tidak ada jamaah lain yang terkonfirmasi positif virus Corona,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban saat monitoring juga melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan di masjid. Hasilnya protokol kesehatan sudah dijalankan sesuai ketentuan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukoharjo Wawan Pribadi, mengatakan, DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan kejadian temuan kasus positif virus Corona selama puasa Ramadan. Kasus pertama dilaporkan terjadi pada imam masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo. Kondisi tersebut membuat aktivitas di masjid ditutup sementara untuk masyarakat. Penutupan juga dilakukan terhadap akses jalan menuju masjid.

Penanganan dilakukan petugas terhadap kasus penyebaran virus Corona baik di lingkungan masjid maupun pasien dan kontak erat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo telah melakukan penyemprotan disinfektan selama penutupan sementara masjid. Disisi lain penanganan juga telah dilakukan terhadap imam masjid terkonfirmasi positif virus Corona.

Klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo membuat sebanyak 50 orang keluarga inti dan jamaah masjid wajib isolasi mandiri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya.

DMI Sukoharjo juga menerima laporan satu kasus Positif virus Corona lagi di masjid di wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban. Temuan didapati pada satu orang jamaah masjid sesuai hasil pemeriksaan diketahui positif virus Corona.

Dua temuan kasus positif virus Corona tersebut menjadi perhatian serius DMI Sukoharjo. Sebab temuan didapati bersamaan dengan puasa Ramadan. Disisi lain, pandemi virus Corona masih terjadi. Para takmir dan jamaah masjid dan masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

DMI Sukoharjo mengingatkan agar masjid yang diberikan kelonggaran melaksanakan kegiatan ibadah tetap menekankan penerapan protokol kesehatan. Masjid harus tegas mengatur jamaah hanya untuk masyarakat sekitar kampung saja. Semua diminta untuk saling menjaga diri dalam masa pandemi virus Corona ini, terlebih sudah ada temuan kasus klaster masjid yang dilaporkan dari beberapa wilayah.

“DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan temuan kasus positif virus Corona di masjid. Satu di masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo dan terbaru ada laporan lagi temuan kasus positif virus Corona di masjid di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban,” ujarnya.

Wawan Pribadi mengatakan, DMI Sukoharjo berharap agar setelah ini tidak ada lagi temuan kasus positif virus Corona di masjid selama puasa Ramadan. Pencegahan dilakukan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan di masjid. (Mam)

Read previous post:
Petugas Apel Kesiapan Lebaran

TEMANGGUNG (MERAPI) - Persiapan membersihkan selama lebaran, sebanyak 190 petugas kebersihan/persampahan mengikuti apel kesiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442

Close