Temuan Kasus Positif Covid-19 di Masjid Bertambah

SUKOHARJO (MERAPI) – Temuan kasus positif virus Corona di masjid selama puasa Ramadan bertambah. Setelah sebelumnya ditemukan pada imam masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo, maka kali ini petugas menemukan kasus baru positif virus Corona pada jamaah masjid di wilayah Desa Palur Kecamatan Mojolaban. Kedua kasus tersebut sudah ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dan meminta pada takmir masjid serta jamaah termasuk masyarakat untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukoharjo Wawan Pribadi, Senin (3/5) mengatakan, DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan kejadian temuan kasus positif virus Corona selama puasa Ramadan. Kasus pertama dilaporkan terjadi pada imam masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo. Kondisi tersebut membuat aktivitas di masjid ditutup sementara untuk masyarakat. Penutupan juga dilakukan terhadap akses jalan menuju masjid.

Penanganan dilakukan petugas terhadap kasus penyebaran virus Corona baik di lingkungan masjid maupun pasien dan kontak erat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo telah melakukan penyemprotan disinfektan selama penutupan sementara masjid. Disisi lain penanganan juga telah dilakukan terhadap imam masjid terkonfirmasi positif virus Corona.

Klaster masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo membuat sebanyak 50 orang keluarga inti dan jamaah masjid wajib isolasi mandiri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya.

DMI Sukoharjo juga menerima laporan satu kasus Positif virus Corona lagi di masjid di wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban. Temuan didapati pada satu orang jamaah masjid sesuai hasil pemeriksaan diketahui positif virus Corona.

Dua temuan kasus positif virus Corona tersebut menjadi perhatian serius DMI Sukoharjo. Sebab temuan didapati bersamaan dengan puasa Ramadan. Disisi lain, pandemi virus Corona masih terjadi. Para takmir dan jamaah masjid dan masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

DMI Sukoharjo mengingatkan agar masjid yang diberikan kelonggaran melaksanakan kegiatan ibadah tetap menekankan penerapan protokol kesehatan. Masjid harus tegas mengatur jamaah hanya untuk masyarakat sekitar kampung saja. Semua diminta untuk saling menjaga diri dalam masa pandemi virus Corona ini, terlebih sudah ada temuan kasus klaster masjid yang dilaporkan dari beberapa wilayah.

“DMI Sukoharjo sudah menerima dua laporan temuan kasus positif virus Corona di masjid. Satu di masjid di wilayah Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo dan terbaru ada laporan lagi temuan kasus positif virus Corona di masjid di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban,” ujarnya.

Wawan Pribadi mengatakan, DMI Sukoharjo berharap agar setelah ini tidak ada lagi temuan kasus positif virus Corona di masjid selama puasa Ramadan. Pencegahan dilakukan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan di masjid.

Camat Mojolaban Iwan Setiyono mengatakan, benar ada laporan temuan kasus positif virus Corona di masjid di wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban. Kejadian bermula saat Pemerintah Kecamatan Mojolaban atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban menerima laporan ada seorang warga salah satu jamaah masjid mendadak sakit dengan gejala virus Corona. Saat dilakukan pemeriksaan diketahui hasilnya positif virus Corona.

Temuan tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Mojolaban atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban. Sebab warga tersebut juga beraktivitas dan menjadi jamaah masjid di lingkungan rumah.

“Kasus tersebut ditemukan terhadap seorang warga di rumah dan kebetulan juga jadi jamaah masjid. Pelacakan kontak erat masih dilakukan dan sekarang yang bersangkutan sudah ditangani rawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Hasil sementara pelacakan kontak erat diketahui ada empat orang. Mereka terdiri dari kepala kelurga dan tiga anggota keluarganya. Sedangkan kontak erat lain dari jamaah masjid masih dalam pelacakan.

“Yang bersangkutan itu jamaah masjid dan bukan imam masjid. Temuan kasus juga di rumah bukan di masjid. Tapi tetap pelacakan kontak erat dilakukan di lingkungan rumah dan masjid. Karena dikhawatirkan bisa muncul klaster baru penyebaran virus Corona di masjid,” lanjutnya.

Pemerintah Kecamatan Mojolaban atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban atas kejadian tersebut langsung meminta kepada pengurus atau takmir masjid memperketat protokol kesehatan. Selain itu juga dilakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan pada kegiatan selama puasa Ramadan di masjid.

“Mengantisipasi kejadian serupa kami minta takmir atau pengurus masjid memperketat protokol kesehatan. Tetap memakai masker, jaga jarak dan lainnya,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
PENUNGGANG BAHU (1) – Bahunya Makin Berat, Tulang Seperti Ditusuk

KANTOR semakin senja setelah siang bermandikan gelisah hujan. Ruslan lelah duduk seharian di kursi yang teramat nyaman, setiap pekerjaan selalu

Close