Antisipasi Pemudik, Tim Gabungan Sasar Kendaraan Luar Daerah

Polres Sukoharjo melakukan pemeriksaan kendaraan dalam kegiatan penyekatan perbatasan di Kartasura. (Merapi-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Tim gabungan melakukan penyekatan di perbatasan di Jalan A Yani Kartasura atau tepatnya di Mapolsek Kartasura dengan sasaran kendaraan berpelat luar daerah sebagai antisipasi masuknya pemudik di wilayah Sukoharjo. Petugas melakukan pemeriksaan identitas diri, kelengkapan surat izin kendaraan dan kondisi kesehatan pendatang. Mereka juga wajib menjalani pemeriksaan rapid test antigen.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (20/4) mengatakan, penyekatan perbatasan dilakukan Polres Sukoharjo bersama tim gabungan lain seperti Kodim 0726, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Lokasi dipilih di Jalan A Yani atau di depan Mapolsek Kartasura. Wilayah Kecamatan Kartasura dipilih karena menjadi titik perbatasan dan pintu masuk dari daerah lain. Kendaraan dari Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Semarang, Klaten dan Boyolali masuk ke Kecamatan Kartasura masuk ke Sukoharjo dan daerah lainnya.

Petugas tim gabungan dalam penyekatan tersebut menyasar kendaraan berpelat luar daerah yang masuk wilayah perbatasan di Kecamatan Kartasura. Pemeriksaan dilakukan petugas terhadap pengemudi dan penumpang kendaraan berpelat luar daerah seperti kartu identitas diri, kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK.

Terpenting juga pemeriksaan menyasar kondisi kesehatan pendatang. Mereka wajib memiliki dan bisa menunjukan hasil rapid test antigen kepada petugas. Apabila tidak maka para pendatang diwajibkan menjalani pemeriksaan rapid test antigen yang disediakan petugas tim gabungan di lokasi penyekatan.

Dalam penyekatan tersebut tim gabungan saat menghentikan kendaraan berpelat luar daerah juga meminta keterangan pengemudi dan penumpang mengenai alasan masuk wilayah Kartasura, Sukoharjo. Hasilnya diketahui ada beberapa pendatang luar daerah kedapatan masuk. Selain itu ada juga kendaraan berpelat luar daerah ternyata merupakan warga Sukoharjo atau daerah lain di wilayah Solo Raya.

“Polres Sukoharjo bersama tim gabungan sudah melakukan penyekatan perbatasan di wilayah Kartasura sebagai pintu masuk Sukoharjo. Petugas menyasar kendaraan berpelat luar daerah untuk dihentikan dan dilakukan pemeriksaan termasuk rapid test antigen,” ujarnya.

Penyekatan perbatasan dilakukan Polres Sukoharjo dimulai pada Senin (19/4) kemarin. Petugas sudah melakukan pemeriksaan dan rapid test antigen terhadap beberapa pendatang. Hasilnya diketahui mereka negatif dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Apabila hasil rapid test antigen menunjukan positif virus Corona maka pendatang tersebut wajib putar balik ke daerah asal atau dikarantina ditempat yang telah disediakan petugas.

“Pemantauan petugas di lapangan diketahui sudah banyak kendaraan luar daerah masuk ke wilayah Sukoharjo. Maka dilakukan pemeriksaan apakah mereka pendatang atau pemudik yang sengaja mudik Lebaran duluan setelah pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik Lebaran,” lanjutnya.

Penyekatan perbatasan dengan sasaran pemudik masih akan terus dilaksanakan tim gabungan hingga Lebaran mendatang. Polres Sukoharjo bahkan berencana melakukan penyekatan serupa dibeberapa titik perbatasan lain tidak hanya di Kecamatan Kartasura saja.

Kapolres menambahkan, dalam rangka penyekatan perbatasan ini dilakukan rapid test antigen dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Petugas medis ikut disiagakan di posko untuk melakukan pemeriksaan terhadap pendatang yang masuk wilayah Kartasura.

“Saat kegiatan petugas tim gabungan juga sekaligus sosialisasi kepada masyarakat berkaitan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona seperti wajib memakai masker,” lanjutnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, rapid test antigen dengan sasaran pendatang atau pemudik yang terjaring dalam operasi tim gabungan dilakukan sebagai antisipasi sekaligus deteksi dini terhadap kerawanan masuknya penyebaran virus Corona. Sebab pendatang atau pemudik dari luar daerah berpotensi membawa dan bisa menulari virus Corona terhadap warga Sukoharjo.

“Kami berkaitan teknis rapid test antigen. Sebab dalam operasi penyekatan perbatasan para pendatang atau pemudik juga diperiksa petugas berkaitan identitas diri dan surat kelengkapan kendaraan,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan rapid test antigen terhadap pendatang atau pemudik dengan hasil bisa langsung diketahui. Hal itu diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan pendatang atau pemudik yang terjaring operasi penyekatan perbatasan di Kartasura.

“Apabila hasil rapid test antigen pendatang atau pemudik itu positif maka langsung diminta putar balik kembali ke daerah asal atau dikarantina,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Istri Diselingkuhi, Rekan Ditusuk Sajam

SEMARANG (MERAPI) - Kemarahan Rio (20), ayah seorang anak, tidak terbendung setelah mengetahui temannya Bayu(20),yang juga tetangganya warga Ngaliyan Semarang

Close