MBR Disarankan Beli Gas Melon di Pangkalan

Stok gas melon di agen penyalur di Karanganyar tanpa penambahan. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disarankan membeli elpiji ukuran 3 kilogram di pangkalan. Harga Eceran Tertinggi (HET) di penyalur tersebut Rp 15.500 atau maksimal Rp16 ribu. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan pengecer.

Plt Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Air Setda Pemkab Karanganyar, Nur Aini Farida menjamin beli isi ‘tabung melon’ di pangkalan lebih ekonomis.

“Beli di pangkalan terdekat saja. Lumayan harganya HET. Kalau di pengecer, tentunya lebih mahal. Saya tidak tahu pasti sampai berapa. Karena pengawasan kami hanya sampai pangkalan,” katanya, Sabtu (17/4).

Pantauan KR di sejumlah pengecer, harga isi ulang elpiji 3 kilogram menembus Rp 22 ribu pertabung. Harganya bisa jauh lebih mahal di wilayah perbatasan yang jauh dari pangkalan.

Lebih lanjut Farida mengatakan, distribusinya saat ramadan tetap 36.938 tabung perhari. Belum ada usulan fakultatif penambahannya meski kemungkinan konsumsi di bulan Ramadan bertambah.

“Pada ramadan, belum ada usulan kenaikan. Jatahnya harian masih sama dengan Maret kemarin. Yakni 36.938 tabung per hari. Situasinya aman. Konsumsinya juga enggak berlebih,” katanya.
Penambahan fakultatif biasanya diajukan mendekati Idul Adha. Di momentum itu, penggunaan elpiji bertambah secara masif. Kemudian kenaikan konsumsi terjadi saat musim hajatan.
Sedangkan selama ramadan dan mendekati lebaran, kenaikannya kecil.
Farida mengatakan, pihaknya akan memantau situasi setiap hari terkait konsumsi gas elpiji bersubsidi itu. Jika muncul kenaikan, akan langsung diantisipasi dengan permintaan fakultatif.

“Satu tahun ini dijatah 35.900 matriks ton dari pengajuan awal 35.924 matriks ton. Penambahan fakultatif diambilkan di jatah tahunan tersebut,” katanya.

Kuota elpiji melon tahun ini sebenarnya telah bertambah 8,73 persen dibanding tahun lalu sebanyak 33.014 tabung per hari. Distribusinya ditangani 15 agen dan 1.700-an pangkalan yang tersebar di 17 kecamatan.

Sementara itu pegawai agen elpiji melon dari PT Salma Wicaksana, Arif Ramdani mengatakan jatahnya dari Hiswana Migas 80 ribu tabung per bulan. Kemudian didistribusi ke 169 pangkalan di wilayah Karanganyar Kota.

“Belum ada tambahan. Saat ini masih cukup dengan 80 ribu tabung ke 169 pangkalan,” katanya. (Lim)

Read previous post:
21 Warga Pleret Terjangkit Cikungunya

BANTUL (MERAPI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul akan melakukan fogging untuk menekan penyebaran cikungunya. Pasalnya hingga kini puluhan warga

Close