Satpol PP Sukoharjo Pantau Tempat Usaha Makan dan Minum Saat Buka Puasa

SUKOHARJO (MERAPI) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo memantau kegiatan masyarakat saat waktu buka bersama khususnya di tempat usaha makan dan minum. Petugas akan memberikan sanksi peringatan hingga pembubaran paksa apabila ada temuan pelanggaran kerumunan massa dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Pemantauan juga dilakukan dibeberapa titik lain oleh petugas melalui patroli keliling hingga malam hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat puasa Ramadan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (18/4) mengatakan, pemantauan rutin sudah dilakukan Satpol PP Sukoharjo sejak awal puasa Ramadan. Kegiatan tersebut sama seperti sebelumnya yakni menyasar penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Namun kali ini dilakukan saat waktu buka puasa.

Pemantauan dilakukan untuk melihat kepatuhan pelaku usaha dan masyarakat saat buka puasa. Sebab dikhawatirkan terjadi kerumunan massa di tempat usaha makan dan minum dan melanggar protokol kesehatan.

Dalam pemantauan tersebut Satpol PP Sukoharjo menemukan antrean panjang dibeberapa tempat usaha seperti rumah makan karena banyaknya pembeli saat waktu buka puasa. Petugas langsung memberikan peringatan pada pemilik tempat usaha dan pembeli agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kepatuhan tidak hanya menjaga jarak antrean saja namun juga memakai masker.

Sanksi akan ditingkatkan lebih tegas lagi oleh Satpol PP Sukoharjo apabila pemilik tempat usaha tidak mengindahkan peringatan. Protokol kesehatan tetap wajib diterapkan termasuk saat melayani pembeli waktu buka puasa.

“Dibeberapa tempat usaha makan dan minum masih kami temukan pelanggaran protokol kesehatan karena adaya antrean panjang pembeli dan beberapa orang kami temukan tidak memakai masker atau memakai masker tapi tidak benar. Sanksi sudah kami berikan berupa peringatan tapi bisa ditingkatkan dibubarkan paksa apabila tidak segera menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo akan terus melakukan pemantauan wilayah hingga akhir puasa Ramadan mendatang. Wilayah pemantauan juga akan diperluas tidak hanya di tengah kota Sukoharjo saja tapi dibeberapa kecamatan lain seperti Kecamatan Grogol dan Kecamatan Kartasura karena banyak terdapat pelaku usaha makan dan minum rawan terjadi kerumunan massa saat waktu buka puasa.

“Saat pemantauan petugas juga menemukan ada beberapa sekelompok masyarakat atau organisasi membagikan takjil di jalan. Mereka sudah tertib memakai masker dan hand sanitizer,” lanjutnya.

Heru mengatakan, pemantauan petugas dilakukan tidak sebatas memantau tempat usaha makan dan minum waktu buka puasa saja, tapi dilakukan patroli keliling wilayah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sasarannya mulai penerapan protokol kesehatan, petasan, minuman keras dan PGOT.

“Saat malam hari Satpol PP Sukoharjo juga menemukan dan membubarkan kerumunan massa anak muda nongkrong atau berkumpul. Mereka kami minta pulang ke rumah masing masing mencegah penyebaran virus Corona dan antisipasi terjadinya tawuran antar kelompok pemuda,” lanjutnya.

Salah satu titik temuan tersebut didapati Satpol PP Sukoharjo di Alun Alun Satya Negara dan disekitar lahan bekas gedung DPRD Sukoharjo lama. Saat ditemukan tersebut para pemuda melanggar aturan protokol kesehatan karena berkerumun dan tidak memakai masker.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Grogol sudah aktif turun melakukan pemantauan saat puasa Ramadan seperti sekarang. Pemantauan dilakukan untuk mencegah pelanggaran sekaligus melihat kepatuhan masyarakat menaati protokol kesehatan.

“Salah satu titik rawan kerumunan massa saat waktu buka puasa seperti di bundaran patung kuda Solo Baru, Grogol. Selain itu juga dibeberapa warung dan rumah makan. Sudah ada tindakan dari petugas memberikan peringatan dan edukasi penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bagas menegaskan para pelaku usaha makan dan minum dipersilahkan membuka usahanya dan melayani pembeli saat waktu buka puasa. Namun mereka tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menghindari kerumunan massa dan memakai masker.

“Jangan sampai ada penyebaran virus Corona di tempat usaha karena pelanggaran protokol kesehatan saat antrean panjang waktu buka puasa di rumah makan atau warung makan,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Yonif 512/QY bantu pelaksanaan posyandu di wilayah perbatasan
TNI Bantu Program Posyandu di Perbatasan RI-PNG

Close