Melonjak 28.185 Orang, Minat Pelaku UMKM Sukoharjo Daftar BPUM Tinggi

SUKOHARJO (MERAPI) – Empat hari menjelang penutupan pendaftaran program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 dari pemerintah pusat pada 20 April mendatang jumlah pendaftar mengalami lonjakan signifikan. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mencatat per 16 April mencapai 28.185 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengajukan permohonan bantuan modal usaha sebesar Rp 1,2 juta karena terdampak pandemi virus Corona.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Jumat (16/4) mengatakan, minat pelaku UMKM mendaftarkan diri dalam program BPUM tahun 2021 untuk mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp 1,2 juta sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan adanya lonjakan jumlah pendaftar dari sebelumnya pada kisaran ratusan sekarang tembus puluhan ribu orang. Jumlah pendaftar dipastikan akan mengalami kenaikan lagi mengingat masih banyak pelaku UMKM sekarang sedang mengurus proses pendaftaran dengan melengkapi persyaratan.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mencatat data per 16 April sudah ada 28.185 pelaku UMKM resmi mendaftarkan diri dalam program BPUM tahun 2021. Mereka mendaftarkan diri secara online melalui google form yang sudah disediakan pemerintah pusat.

“Sudah ada 28.185 pelaku UMKM mendaftarkan diri dalam program BPUM tahun 2021. Tahapan setelah ini dilakukan verifikasi data,” ujarnya.

Sutarmo menjelaskan, tahapan verifikasi data sangat penting dilakukan untuk melihat kelengkapan syarat dan kelayakan pelaku UMKM yang mendaftarkan diri. Mereka akan dilihat apakah layak mendapat bantuan atau tidak.

“Akan dilakukan pembersihan data juga terhadap pendaftar dobel, data tidak lengkap dan lainnya. Sebab masih banyak data pendaftar seperti itu,” lanjutnya.

Pemerintah pusat pada tahun 2021 ini akan memberikan bantuan melalui program BPUM bagi pelaku UMKM terdampak pandemi virus Corona. Bantuan diprioritaskan bagi pelaku UMKM yang pada tahun 2020 lalu belum sempat mendaftar atau sudah mendaftar tapi belum menerima bantuan. Syarat tersebut menjadi kebijakan pemerintah pusat ditegaskan Sutarmo demi pemerataan bantuan.

Pemerintah pusat dikatakan Sutarmo memberikan bantuan modal usaha dalam program BPUM tahun 2021 sebagai bentuk perhatian sekaligus menyelamatkan pelaku UMKM. Sebab dampak pandemi virus Corona sangat dirasakan pelaku UMKM dan dikhawatirkan mengakibatkan kebangkrutan dan terjadinya pengangguran massal.

Sutarmo mengatakan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sukoharjo sudah menerima informasi resmi dari pemerintah pusat terkait program bantuan BPUM tahun 2021. Progam BPUM tersebut kembali dibuka tahun ini seperti halnya di 2020 lalu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para pelaku UMKM khususnya sebagai sasaran penerima bantuan bisa mengetahui dan segera mempersiapkan diri.

Kelengkapan syarat dan pendaftaran secara online diharapkan bisa segera dilakukan pelaku UMKM. Tahap selanjutnya pelaku UMKM tinggal menunggu pemeriksaan berkas pendaftaran dari pemerintah apakah disetujui mendapatkan bantuan atau tidak dalam program BPUM.

Pendaftaran bisa dilakukan pelaku UMKM untuk mendapat bantuan dalam program BPUM secara online dengan mengisi google form. Syarat yang harus disiapkan diantaranya, memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), tidak sedang menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro, bukan aparatur sipil negara (ASN)/TNI/Polri serta bukan pegawai BUMN/BUMD.

Syarat tersebut sama seperti dalam program BPUM tahun 2020 lalu dan digunakan lagi tahun 2021 ini. Pelaku UMKM dikatakan Sutarmo sudah paham dan tinggal melakukan pendaftaran.

“Pemerintah pusat sudah memberikan informasi mengenai penyaluran bantuan dalam program BPUM tahun 2021. Sudah kami informasikan ke masyarakat dan diharapkan pelaku UMKM segera mendaftar,” ujarnya.

Program bantuan BPUM tahun 2021 diperuntukan bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar atau sudah pernah mendaftar tapi salah dalam pengisian data. Pelaku UMKM ini diperbolehkan mengisi data dalam google form pendaftaran.

Sutarmo menegaskan, pada program BPUM tahun 2021 ini pemerintah pusat menekankan bantuan diberikan pada pelaku UMKM baru. Artinya pada tahun 2020 lalu pelaku UMKM belum pernah menerima bantuan dalam program BPUM. Bantuan tersebut akan diberikan pada tahun ini sebagai bentuk pemerataan agar pelaku UMKM bisa terus berproduksi ditengah pandemi virus Corona.

“Pelaku UMKM yang sudah pernah menerima BPUM tahun 2020 lalu tidak perlu mendaftar lagi tahun 2021 ini,” lanjutnya.

Pendaftaran melalui google form program BPUM tahun 2021 akan mulai dibuka pada 12 April pukul 08.00 WIB dan ditutup 20 April pukul 24.00 WIB. Jadwal tersebut diberikan pemerintah pusat serentak disemua daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Teknis setelah mendaftar maka pelaku UMKM wajib mengumpulkan dokumen fisik berupa fotokopi KTP-el, fotokopi KK, dan fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB ke kelurahan atau desa setempat.

“Google form untuk pendaftaran BPUM 2021 untuk Kabupaten Sukoharjo: bit.ly/daftarbpum2021sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
BOB Gandeng Bobobox akan Bangun Hotel Kapsul di Borobudur Highland

Close