Terdampak Pandemi Corona, Ratusan Pelaku UMKM Daftar Bantuan BPUM 2021

SUKOHARJO (MERAPI) – Ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Sukoharjo telah mendaftarkan diri mendapat bantuan usaha Rp 1,2 juta dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021. Pendaftaran dilayani dengan mengisi google form mulai 12 April kemarin. Pemerintah pusat pada tahun ini hanya akan melayani bagi pelaku UMKM yang pada tahun 2020 lalu belum menerima bantuan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (15/4) mengatakan, sejak dibuka pada 12 April hingga sekarang 15 April sudah ada ratusan pelaku UMKM diberbagai bidang usaha telah resmi mendaftarkan diri mengajukan permohonan bantuan BPUM tahun 2021 kepada pemerintah pusat. Jumlah pelaku UMKM yang mendaftarkan diri kemungkinan besar akan bertambah banyak hingga penutupan pendaftaran pada 20 April nanti.

Pelaku UMKM yang sudah mendaftarkan diri tersebut sebelumnya telah menerima sosialisasi dan informasi resmi dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Mereka mendaftarkan diri sejak awal dengan harapan bisa segera mendapat kepastian bantuan modal usaha akibat pandemi virus Corona dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,2 juta.

Pemerintah pusat pada tahun 2021 ini akan memberikan bantuan melalui program BPUM bagi pelaku UMKM terdampak pandemi virus Corona. Bantuan diprioritaskan bagi pelaku UMKM yang pada tahun 2020 lalu belum sempat mendaftar atau sudah mendaftar tapi belum menerima bantuan. Syarat tersebut menjadi kebijakan pemerintah pusat ditegaskan Sutarmo demi pemerataan bantuan.

Pemerintah pusat dikatakan Sutarmo memberikan bantuan modal usaha dalam program BPUM tahun 2021 sebagai bentuk perhatian sekaligus menyelamatkan pelaku UMKM. Sebab dampak pandemi virus Corona sangat dirasakan pelaku UMKM dan dikhawatirkan mengakibatkan kebangkrutan dan terjadinya pengangguran massal.

“Sudah ada ratusan pelaku UMKM mendaftarkan diri mendapat bantuan BPUM tahun 2021. Usai mendaftar nanti akan dilakukan verifikasi dan validasi data dari pusat sebagai penentu apakah pelaku UMKM bisa dapat bantuan modal usaha Rp 1,2 juta atau tidak,” ujarnya.

Sutarmo mengatakan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sukoharjo sudah menerima informasi resmi dari pemerintah pusat terkait program bantuan BPUM tahun 2021. Progam BPUM tersebut kembali dibuka tahun ini seperti halnya di 2020 lalu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para pelaku UMKM khususnya sebagai sasaran penerima bantuan bisa mengetahui dan segera mempersiapkan diri.

Kelengkapan syarat dan pendaftaran secara online diharapkan bisa segera dilakukan pelaku UMKM. Tahap selanjutnya pelaku UMKM tinggal menunggu pemeriksaan berkas pendaftaran dari pemerintah apakah disetujui mendapatkan bantuan atau tidak dalam program BPUM.

Pendaftaran bisa dilakukan pelaku UMKM untuk mendapat bantuan dalam program BPUM secara online dengan mengisi google form. Syarat yang harus disiapkan diantaranya, memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), tidak sedang menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro, bukan aparatur sipil negara (ASN)/TNI/Polri serta bukan pegawai BUMN/BUMD.

Syarat tersebut sama seperti dalam program BPUM tahun 2020 lalu dan digunakan lagi tahun 2021 ini. Pelaku UMKM dikatakan Sutarmo sudah paham dan tinggal melakukan pendaftaran.

“Pemerintah pusat sudah memberikan informasi mengenai penyaluran bantuan dalam program BPUM tahun 2021. Sudah kami informasikan ke masyarakat dan diharapkan pelaku UMKM segera mendaftar,” ujarnya.

Program bantuan BPUM tahun 2021 diperuntukan bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar atau sudah pernah mendaftar tapi salah dalam pengisian data. Pelaku UMKM ini diperbolehkan mengisi data dalam google form pendaftaran.

Sutarmo menegaskan, pada program BPUM tahun 2021 ini pemerintah pusat menekankan bantuan diberikan pada pelaku UMKM baru. Artinya pada tahun 2020 lalu pelaku UMKM belum pernah menerima bantuan dalam program BPUM. Bantuan tersebut akan diberikan pada tahun ini sebagai bentuk pemerataan agar pelaku UMKM bisa terus berproduksi ditengah pandemi virus Corona.

“Pelaku UMKM yang sudah pernah menerima BPUM tahun 2020 lalu tidak perlu mendaftar lagi tahun 2021 ini,” lanjutnya.

Pendaftaran melalui google form program BPUM tahun 2021 akan mulai dibuka pada 12 April pukul 08.00 WIB dan ditutup 20 April pukul 24.00 WIB. Jadwal tersebut diberikan pemerintah pusat serentak disemua daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Teknis setelah mendaftar maka pelaku UMKM wajib mengumpulkan dokumen fisik berupa fotokopi KTP-el, fotokopi KK, dan fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB ke kelurahan atau desa setempat.

“Google form untuk pendaftaran BPUM 2021 untuk Kabupaten Sukoharjo: bit.ly/daftarbpum2021sukoharjo,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Pandemi Covid-19 Berkah bagi Penjual Masker Kain

PANDEMI Covid-19 yang semakin meluas dan belum menunjukkan tanda menurun, membuat masker saat ini sudah menjadi kebutuhan. Bahkan masker barang

Close