DMI Sukoharjo Awasi Kegiatan Masjid Selama Ramadan

SUKOHARJO (MERAPI) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sukoharjo melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas masjid selama puasa Ramadan. DMI meminta pada pengurus masjid untuk patuh menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona secara ketat dan melaporkan semua kegiatan ke DMI Sukoharjo. Hal ini dilakukan karena keterbatasan petugas melakukan pengawasan banyaknya masjid tersebar di 12 kecamatan. Langkah tersebut sekaligus menghindari penyebaran virus Corona ditengah pandemi sekarang ini.

Ketua DMI Sukoharjo Wawan Pribadi, Rabu (14/4) mengatakan, DMI Sukoharjo tetap melakukan fungsi pengawasan kegiatan di masjid selama puasa Ramadan mengingat kondisi masih pandemi virus Corona. Pengawasan bersifat sebagai bentuk penegakan kepatuhan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Disisi lain juga mengawasi kegiatan agar sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat setelah memberikan kelonggaran.

Pengawasan dilakukan DMI Sukoharjo berkaitan dengan antisipasi terjadinya kendala atau masalah selama kegiatan puasa Ramadan di masjid. Sebab kerawanan pelanggaran protokol kesehatan dan penyebaran virus Corona masih ada.

“Jumlah masjid di Kabupaten Sukoharjo sangat banyak dan tersebar di 12 kecamatan. DMI Sukoharjo tetap melakukan pengawasan kegiatan selama puasa Ramadan karena masih pandemi virus corona. Tapi kami juga minta pengurus masjid aktif melaporkan dan mematuhi protokol kesehatan karena keterbatasan petugas kami sulit mengawasi satu per satu masjid,” ujarnya.

DMI Sukoharjo sementara ini menerima laporan dan mengawasi langsung kegiatan di masjid saat awal puasa Ramada semua berjalan lancar. Protokol kesehatan secara ketat sudah diterapkan salah satunya seperti kewajiban memakai masker saat berkegiatan di masjid.

“Hari pertama salat tarawih di masjid sudah baik dan lancar. Protokol kesehatan memakai masker sudah diterapkan termasuk jaga jarak dan lainnya,” lanjutnya.

DMI Sukoharjo meminta pada pengurus masjid selama puasa Ramadan untuk tetap memperketat protokol kesehatan. Sebab masih banyak kegiatan akan digelar selama sebulan kedepan.

“Tidak hanya saat salat tarawih tapi saat ada kegiatan pengajian tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Jangan ada kerumunan massa tidak jaga jarak dan tidak pakai masker,” lanjutnya.

Pengawasan juga dilakukan DMI Sukoharjo dengan melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Banyaknya petugas yang dilibatkan diharapkan dapat mempermudah pengawasan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah menerima Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021 sebagai dasar memberikan izin kelonggaran penyelenggaraan kegiatan selama puasa Ramadan. Kegiatan tersebut meliputi salat tarawih, kajian dan TPA. Pemerintah pusat diteruskan oleh pemerintah daerah memberikan kelonggaran tersebut dengan pengawasan ketat mengingat kondisi masih pandemi virus Corona.

Secara garis besar dijelaskan Yunia isi aturan dari Menteri Agama tersebut penyelenggaraan ibadah tetap memperhatikan zonasi berbasis desa sesuai dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Desa yang masih masuk zona merah dan oranye risiko penularan virus Corona disarankan tidak membuka tempat ibadahnya terlebih dahulu.

Izin diberikan berupa kelonggaran terhadap desa dengan zona hijau. Pemkab Sukoharjo akan melakukan pengawasan secara ketat penyelenggaraan kegiatan di masjid selama puasa Ramadan.

Dalam penyelenggaraan kegiatan di masjid selama puasa Ramadan maka dilakukan pengaturan jamaah tidak lebih dari 100 orang atau 50 persen dari kapasitas masjid. Pengaturan juga dilakukan terhadap jarak antara satu jamaah dengan lainnya sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Selain itu aturan ketat lain berkaitan dengan alat ibadah harus membawa sendiri dari rumah. Pihak masjid diminta tidak menyediakan demi menghindari terjadinya penularan virus Corona di masjid.

“Panitia atau gugus tugas di masjid kami minta juga membantu melakukan pengawasan agar protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona tetap bisa dijalankan,” ujarnya.

Yunia meminta pada pihak panitia, atau takmir masjid atau gugus tugas setempat di masjid untuk aktif memberikan informasi dan berkoordinasi dengan petugas tingkat desa, kelurahan dan kecamatan. Selain itu juga dilibatkan pihak Puskemas di masing masing kecamatan sebagai bentuk pengawasan dan antisipasi terjadinya kasus penyebaran virus Corona. (Mam)

Read previous post:
Video Mesum Bareng Pacar Disebar di Media Sosial

Close