Jelang PTM Malah Muncul Klaster Penularan Covid-19 di SMAN Kebakkramat

SMAN Kebakkramat dilockdown. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANGANYAR (MERAPI) – Sebanyak delapan staf dan tenaga administrasi SMAN Kebakkramat terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Klaster penularan virus itu di lingkungan pendidikan mengancam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati mengatakan kemunculan klaster penularan Covid-19 di lingkungan SMAN Kebakkramat diawali seorang tenaga perpustakaan yang positif terpapar. Ia yang baru saja pulang dari Semarang untuk mengurus berkas pensiun di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, mengeluh sakit. Ia lalu dirawat di RS Indrayanti Sukoharjo.

“Ia baru bepergian dari Semarang. Lalu dites swab, hasilnya positif. Dari situ dilakukan tracing ke 20 orang kontak eratnya di sekolah. Hasilnya, tujuh rekan sekantornya juga positif Covid-19,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Purwati kepada wartawan di Karanganyar, Sabtu (10/4).

Hasil swab PCR pegawai perpustawaan itu keluar pada pekan lalu. Sedangkan hasil tujuh rekan sekantornya keluar pada Kamis (8/4). Karena tanpa gejala, mereka yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Tracing terhadap keluarga mereka sedang dilakukan puskesmas setempat. Purwati mengakui aktivitas masyarakat yang mulai longgar, ikut mempengaruhi penambahan kasus.

“Ini klaster keluarga dan sekolah. Karena sudah mulai beraktivitas di luar semua,” katanya.
Kepala SMAN Kebakkramat Bambang Sugeng Maladi mengatakan delapan pegawainya yang terpapar Covid-19 akan dipantau selama 10 hari isolasi mandiri.

“Menurut Kemenkes, OTG setelah 10 hari tidak ada gejala, dan sudah diswab negatif, aman. Maka kita tunggu mereka di 10 hari berjalan,” katanya.

Saat ini, pembelajaran di sekolah tersebut masih secara daring dan luring. Belum dilakukan tatap muka. Penyemprotan disinfektan yang semula sepekan sekali tiap jumat, kini ditambah menjadi setiap hari. Penyemprotan tertuju ruang staf dan lingkungan sekitarnya. Ia menyebut akan berkonsultasi dengan tim gugus tugas kabupaten terkait rencana PTM pada Juli mendatang.

“Tunggu perkembangannya. Semua tergantung orangtua dan komite sekolah juga. Apakah mereka mengizinkan,” katanya.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar Juliyatmono menyesalkan kemunculan klaster pendidikan.

“Ini yang dikhawatirkan banyak pihak. Klaster pendidikan muncul dan terbukti,” katanya.

Fakta ini seharusnya mendorong pemerintah pusat segera menyelesaikan vaksinasi di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Pembentukan herd immunity bagi mereka akan meminimalisasi penularan Covid-19. Kemunculan klaster ini di sekolah juga menunjukkan belum baiknya penerapan 5 M di lingkungan tersebut. (Lim)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Yon Mekanis 512/QU serahkan bantuan tas
TNI Satgas RI-PNG Bantu Tas Sekolah

Close