Objek Wisata Batu Seribu Bulu Tidak Gelar Padusan

SUKOHARJO (MERAPI) – Objek wisata Batu Seribu Bulu di Kecamatan Bulu masih ditutup karena pandemi virus Corona. Pemkab Sukoharjo meminta pada masyarakat tidak nekat datang untuk menggelar padusan menjelang puasa Ramadan. Penutupan juga masih diterapkan disemua objek wisata air di Sukoharjo dan pihak pengelola sudah menerima surat edaran resmi.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Siti Laela, Sabtu (10/4) mengatakan, kondisi di objek wisata Batu Seribu Bulu masih tutup karena pandemi virus Corona. Aktivitas disana ditutup total oleh pihak pengelola sebagai bentuk mematuhi kebijakan pemerintah sekaligus mencegah terjadinya kerumunan massa yang bisa menyebabkan penyebaran virus Corona.

Objek wisata Batu Seribu yang tutup tersebut membuat kegiatan padusan menjelang puasa Ramadan tidak bisa dilaksanakan. Pemkab Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan tidak memaksakan diri menggelar padusan di objek wisata Batu Seribu Bulu.

“Objek wisata Batu Seribu Bulu masih tutup dan tidak ada padusan disana. Masyarakat diminta tidak nekat datang,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo akan melakukan pengawasan ketat di objek wisata Batu Seribu Bulu sebagai antisipasi kedatangan pengunjung yang nekat. Petugas akan meminta pada pengunjung segera pulang karena objek wisata Batu Seribu Bulu masih tutup.

Penutupan juga dilakukan Pemkab Sukoharjo terhadap objek wisata air disemua tempat. Surat edaran penutupan air sudah diterima pemerintah desa yang memiliki objek wisata tersebut. Hal serupa juga berlaku bagi objek wisata air yang dikelola swasta. Penutupan tersebut sudah diterapkan lama sejak ada pandemi virus Corona.

Penutupan objek wisata air mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Sukoharjo tentang Penetapan Status KLB Virus Corona. Pemkab Sukoharjo masih menunggu petunjuk teknis Gubernur Jawa Tengah terkait objek wisata air.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sabtu (10/4) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah mengeluarkan SE tertanggal 1 April 2021 sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Sukoharjo Nomor 440/162 tahun 2021 tentang Penetapan Perpanjangan Kesepuluh Status KLB Virus Corona di Kabupaten Sukoharjo.

SE perpanjangan status KLB dikeluarkan Pemkab Sukoharjo dengan pertimbangan bahwa angka kejadian virus Corona di Kabupaten Sukoharjo pada Maret 2021 masih menunjukan peningkatan yang cukup tinggi sehingga memerlukan upaya penanganan yang lebih optimal untuk menanggulanginya. Dalam SE tersebut dijelaskan perpanjangan kesepuluh status KLB virus Corona berlaku sejak 1 April hingga 31 Desember 2021 mendatang.

Pemkab Sukoharjo sudah memberikan informasi ke masyarakat dan pihak terkait. Sebab status KLB virus corona berlaku sangat lama di Kabupaten Sukoharjo hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Terkait status KLB virus Corona ini Pemkab Sukoharjo meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo bergerak cepat melakukan penanganan kasus. Langkah pencegahan juga harus dipercepat agar tidak ada penambahan kasus positif virus Corona. Disisi lain masyarakat juga ikut dilibatkan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona secara ketat.

“Perpanjangan kesepuluh status KLB virus Corona berlaku sejak 1 April hingga 31 Desember 2021 mendatang,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Buah Naga Tingkatkan Nafsu Makan dan Cegah Kanker

BUAH naga terkenal akan manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Buah yang berasal dari salah satu jenis kaktus ini cukup unik.

Close