Pemerintah Buka Pendaftaran Program BPUM Tahun 2021 Bagi Pelaku UMKM

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemerintah pusat kembali membuka penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021. Teknis pendaftaran masih sama seperti tahun 2020 lalu melalui online dengan mengisi google form. Pendaftaran akan dibuka mulai 12 April nanti dan ditutup 20 April.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sukoharjo Sutarmo, Sabtu (10/4) mengatakan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Sukoharjo sudah menerima informasi resmi dari pemerintah pusat terkait program bantuan BPUM tahun 2021. Progam BPUM tersebut kembali dibuka tahun ini seperti halnya di 2020 lalu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan pengumuman kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para pelaku UMKM khususnya sebagai sasaran penerima bantuan bisa mengetahui dan segera mempersiapkan diri.

Kelengkapan syarat dan pendaftaran secara online diharapkan bisa segera dilakukan pelaku UMKM. Tahap selanjutnya pelaku UMKM tinggal menunggu pemeriksaan berkas pendaftaran dari pemerintah apakah disetujui mendapatkan bantuan atau tidak dalam program BPUM.

Pendaftaran bisa dilakukan pelaku UMKM untuk mendapat bantuan dalam program BPUM secara online dengan mengisi google form. Syarat yang harus disiapkan diantaranya, memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), tidak sedang menerima bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro, bukan aparatur sipil negara (ASN)/TNI/Polri serta bukan pegawai BUMN/BUMD.

Syarat tersebut sama seperti dalam program BPUM tahun 2020 lalu dan digunakan lagi tahun 2021 ini. Pelaku UMKM dikatakan Sutarmo sudah paham dan tinggal melakukan pendaftaran.

“Pemerintah pusat sudah memberikan informasi mengenai penyaluran bantuan dalam program BPUM tahun 2021. Sudah kami informasikan ke masyarakat dan diharapkan pelaku UMKM segera mendaftar,” ujarnya.

Program bantuan BPUM tahun 2021 diperuntukan bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar atau sudah pernah mendaftar tapi salah dalam pengisian data. Pelaku UMKM ini diperbolehkan mengisi data dalam google form pendaftaran.

Sutarmo menegaskan, pada program BPUM tahun 2021 ini pemerintah pusat menekankan bantuan diberikan pada pelaku UMKM baru. Artinya pada tahun 2020 lalu pelaku UMKM belum pernah menerima bantuan dalam program BPUM. Bantuan tersebut akan diberikan pada tahun ini sebagai bentuk pemerataan agar pelaku UMKM bisa terus berproduksi ditengah pandemi virus Corona.

“Pelaku UMKM yang sudah pernah menerima BPUM tahun 2020 lalu tidak perlu mendaftar lagi tahun 2021 ini,” lanjutnya.

Pendaftaran melalui google form program BPUM tahun 2021 akan mulai dibuka pada 12 April pukul 08.00 WIB dan ditutup 20 April pukul 24.00 WIB. Jadwal tersebut diberikan pemerintah pusat serentak disemua daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Teknis setelah mendaftar maka pelaku UMKM wajib mengumpulkan dokumen fisik berupa fotokopi KTP-el, fotokopi KK, dan fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB ke kelurahan atau desa setempat.

“Google form untuk pendaftaran BPUM 2021 untuk Kabupaten Sukoharjo: bit.ly/daftarbpum2021sukoharjo,” lanjutnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo melihat ada fenomena baru ditengah pandemi virus corona dimana banyak masyarakat memilih membuka usaha sendiri. Hal itu dilakukan karena terpengaruh terpuruknya ekonomi ditengah pandemi virus corona. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan banyak terjadi kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dalam kondisi tersebut masyarakat tetap dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri. Berbagai usaha dilakukan termasuk menjadi pelaku UMKM. Sektor usaha yang banyak dipilih seperti warung makan, kerajinan dan lainnya.

“Sektor UMKM banyak bergerak dibidang usaha dan ada fenomena dimana ditengah pandemi virus corona sekarang pertumbuhannya sekitar 10 persen. Banyak orang yang tadinya pegawai kantor atau buruh pabrik terkena PHK kemudian memilih membuka usaha sendiri dengan membuka warung makan, usaha olahan makanan dan minuman dan usaha lainnya,” lanjutnya.

Pelaku UMKM yang baru membuka usahanya tersebut mendapat pemantauan serius dari petugas. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo juga memberikan pendampingan penuh agar usaha mereka tetap bisa berkembang. Bentuk pendampingan diberikan dengan memberi pelatihan, akses bantuan hingga pelatihan penjualan online.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mencatat ada sangat banyak pelaku UMKM di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai seratusan ribu orang pelaku UMKM. Jumlah tersebut diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa waktu kedepan.

“Kalau penurunan penjualan atau produksi pelaku UMKM itu wajar ada karena kondisi ditengah pandemi. Tapi kalau bangkrut sampai tutup total belum ada. Pelaku UMKM di Sukoharjo juga telah menerima bantuan stimulus modal usaha dari pemerintah pusat untuk membangkit kembali usaha mereka,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Kalitengah Lor Miliki Jaringan Air Bersih

CANGKRINGAN (MERAPI) - Warga Padukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan kini tidak harus bersusah payah dalam mencukupi air bersih untuk

Close