Sasar Wilayah Pedesaan, Satpol PP Sukoharjo Gelar Operasi Rokok Ilegal

SUKOHARJO (MERAPI) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo gelar operasi rokok ilegal dengan sasaran utama di wilayah pedesaan pinggiran. Sebab petugas menerima informasi dari masyarakat terkait masih banyaknya penjualan rokok tanpa dilengkapi pita cukai resmi tersebut.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Sabtu (10/4) mengatakan, operasi rokok ilegal oleh petugas tetap menjadi sasaran Satpol PP Sukoharjo. Sebab petugas masih menerima informasi dari masyarakat terkait peredaran rokok ilegal tersebut. Keberadaan rokok ilegal sangat merugikan pemerintah karena penjualannya menyalahi aturan tidak dilengkapi pita cukai resmi. Pelanggaran tersebut membuat petugas akan melakukan penyitaan apabila menemukan keberadaan rokok ilegal.

Sesuai informasi yang diterima Satpol PP Sukoharjo peredaran rokok ilegal masih sering dijumpai di wilayah pedesaan atau pinggiran. Sebab dengan harga murah rokok ilegal masih banyak diminati sebagian orang. Disisi lain pedagang yang menjual rokok ilegal juga tergiur keuntungan lebih.

“Satpol PP Sukoharjo akan menyisir pedesaan atau wilayah pinggiran karena masih ada informasi peredaran rokok ilegal,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo akan menggelar operasi di wilayah pedesaan atau pinggiran sekaligus membuktikan informasi dari masyarakat. Sebab ditegaskan Heru Indarjo, petugas membutuhkan adanya barang bukti berupa rokok ilegal untuk memberikan penindakan terhadap pelaku pelanggaran.

Dasar operasi rokok ilegal dilakukan Satpol PP Sukoharjo sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau. Masyarakat diminta memahami aturan rokok legal dimana wajib dilengkapi dengan pita cukai.

“Masyarakat bisa melaporkan dan membawa barang bukti apabila menemukan atau membeli rokok ilegal kepada petugas. Selanjutnya akan dilakukan penindakan terhadap pedagang atau produsen rokok ilegal tersebut,” lanjutnya.

Untuk menekan peredaran rokok ilegal Satpol PP Sukoharjo meminta kepada pedagang untuk selektif dan berani menolak apabila menerima kiriman dari orang tertentu. Pedagang juga bisa langsung melaporkan pada petugas apabila mendapat kiriman rokok ilegal dari produsen.

Masyarakat juga diminta aktif memberikan informasi dan melapor pada petugas apabila menemukan kecurigaan peredaran rokok ilegal. Salah satu indikasi rokok ilegal yakni harga murah di bawah pasaran. Selain itu bisa dilihat dari keberadaan pita cukai pada rokok yang dijual pedagang.

“Satpol PP Sukoharjo bersama dengan petugas terkait juga aktif memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait larangan rokok ilegal,” lanjutnya.

Heru Indarjo mengatakan, kerawanan peredaran rokok ilegal di pedesaan atau wilayah pinggiran lebih tinggi dibanding ditengah kota. Sebab produsen sengaja menghilangkan jejak dengan menjual rokok ilegal di pedesaan karena dianggap aman dari pengawasan petugas serta banyak peminat atau pembeli dari warga karena harganya murah.

Peredaran rokok ilegal ditengah kota dikatakan Heru Indarjo sangat jarang ditemukan Satpol PP Sukoharjo. Sebab di kota pembeli sudah memiliki selera membeli rokok legal sendiri. Disisi lain juga ketatnya pengawasan dari petugas membuat produsen enggan menjual rokok ilegal di kota. (Mam)

Read previous post:
150.000 Pekerja Belum Ikut BPJS Ketenagakerjaan

BANTUL (MERAPI) - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta akan terus meningkat kepesertaan masyarakat khususnya para pekerja di Kabupaten Bantul. Pasalnya hingga

Close