Etik Suryani-Agus Santosa Pimpin Petani Gropyokan Tikus Serentak

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa memimpin kegiatan gropyokan tikus. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa memimpin kegiatan gropyokan tikus di area sawah di wilayah Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Jumat (9/4). Petani diminta untuk menerapkan pola tanam dan panen serentak untuk menghindari serangan hama tikus. Gropyokan hama tikus dilakukan serentak untuk memaksimalkan hasil panen padi mengingat Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah lumbung pangan nasional.

Etik Suryani mengatakan, kegiatan gropyokan tikus seperti dilakukan bersama petani di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto sangat penting. Sebab cara tersebut sangat efektif mematikan tikus sekaligus pengendalian hama dalam waktu bersamaan. Selain itu bisa memutus siklus perkembangbiakan hama yang bisa mengancam tanaman padi petani.

Hama tikus sekarang menjadi ancaman serius dan meresahkan petani tidak hanya di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto tapi juga wilayah lain. Serangan hama tikus membuat tanaman padi rusak dan menurunkan produktivitas panen.

“Petani diharapkan menerapkan pola tanam serentak. Jadi saat tanam dan panen bisa bersamaan semua untuk menekan serangan hama tikus. Petani juga diminta melakukan gropyokan tikus menjelang tanam dan setelah panen padi,” ujarnya.

Gropyokan tikus juga dikatakan Etik sangat bermanfaat serta aman karena bisa menjaga semangat gotong royong. Disisi lain, petani dilarang menggunakan jebakan tikus menggunakan aliran listrik untuk memberantas hama karena membahayakan dan mematikan.

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sebagai lumbung pangan nasional perlu terus dijaga. Usaha tidak hanya pada satu sisi saja, namun juga banyak hal harus dikerjakan bersama demi peningkatan produktivitas panen padi. Salah satu usaha tersebut seperti gropyokan tikus. Sebab hama tikus sangat meresahkan petani termasuk pemerintah karena sangat terasa besar dampaknya terhadap penyediaan stok pangan.

“Pola tanam serentak dan gropyokan tikus bersama menjadi kunci penting usaha peningkatan produktivitas panen padi. Hasil panen padi petani Sukoharjo sangat besar diharapkan pemerintah sebagai penyediaan pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, mengatakan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan di Kabupaten Sukoharjo. Akibat yang terjadi dengan adanya anomali iklim ini adalah berkembangnya organisme pengganggu tanaman.

Serangan organisme pengganggu tanaman komulatif tahun 2020 adalah, penggerek batang 295 hektar, wereng batang cokelat 577 hektar, tikus 651 hektar, blast 16 hektar, BLB 21 hektar. Dari serangan organisme pengganggu tanaman tersebut mengakibatkan puso seluas 6 hektar di Kecamatan Mojolaban dampak dari serangan hama tikus.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat serangan organisme pengganggu tanaman komulatif sampai dengan akhir Maret 2021 adalah, penggerek batang 98 hektar, wereng batang cokelat 64 hektar, tikus 180 hektar, BLB 46 hektar.

“Dari data diketahui secara komulatif tahun 2020 serangan hama tikus terjadi di lahan seluas 651 hektar dan sampai dengan Maret 2021 ada 180 hektar. Gropyokan tikus ini sangat penting bagi petani agar hasil panen melimpah dan produktivitas pangan meningkat bagi pemerintah,” ujarnya.

Netty menambahkan, serangan hama tikus sangat membahayakan apabila terus dibiarkan karena dapat mengganggu stabilitas pangan. Sebab hama tikus bersifat merusak dan menurunkan hasil panen padi petani.

“Pola tanam serentak wajib dilakukan petani untuk memutus siklus serangan hama tikus. Apabila terlanjur ada hama tikus maka sangat efektif dilakukan pemberantasan dengan kegiatan gropyokan serentak,” lanjutnya.

Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto Jigong Sarjanto mengatakan, gropyokan tikus melibatkan banyak petani asal Desa Pranan, Kecamatan Polokarto dan desa lainnya. Hal ini dilakukan agar pemberantasan hama tikus efektif sehingga bisa menghasilkan panen melimpah.

“Hama tikus sudah sangat meresahkan petani sejak tahun 2020 lalu sampai sekarang. Perlu gropyokan tikus serentak untuk mematikan hama,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Ikan Sidat Singkirkan Radikal Bebas

TAK jauh beda dengan belut, ikan sidat lumayan sulit untuk dibudidayakan, misalnya di kolam-kolam. Satu di antaranya, karena memiliki sifat

Close