Program IP 400, Petani Desa Pondok Gelar Tasyakuran Panen Padi

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat menyerahkan bantuan bibit padi pada petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Bupati Sukoharjo Etik Suryani menghadiri acara tasyakuran panen padi petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kamis (8/4). Hasil panen padi petani walaupun tidak baik namun tetap disyukuri ditengah serangan hama dan cuaca ekstrem sering turun hujan deras hingga mengakibatkan banjir. Pemerintah sendiri sudah berusaha meningkatkan produktivitas padi dengan konsep Indeks Pertanaman (IP) 400.

Etik Suryani mengatakan, pertanian masih menjadi andalan di Kabupaten Sukoharjo karena luasnya lahan dan banyaknya petani menanam padi. Hasil panen padi sangat membantu dalam penyediaan stok pangan daerah dan nasional.

“Seperti disampaikan dari petani tadi ditengah musim hujan dan banjir serta serangan hama dimana banyak petani panen kurang maksimal, petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter bisa panen dan tetap disyukuri. Tasyakuran panen padi ini mudah-mudahan kedepan panen padi semakin melimpah,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo terkait bidang pertanian sudah berusaha keras membantu petani demi meningkatkan hasil panen. Etik Suryani melanjutkan, penyediaan beras bagi rakyat Indonesia, tidak akan mampu hanya di didukung dengan luasan lahan yang tetap bahkan cenderung semakin menurun. Pembangunan pertanian ke depan tidak boleh pada penggunaan teknologi yang stagnan, namun harus menerapkan teknologi pertanian digital serta menggunakan bibit unggul.

Usaha juga dilakukan dengan pemanfaatan konsep dan teknologi unggul demi meningkatkan hasil panen. Petani dikembangkan menjadi lebih maju dengan harapan juga bisa meningkatkan kesejahteraan.

Petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter sendiri sudah menerapkan sistem pertanian lebih maju. Hal itu sesuai dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan menggunakan konsep IP 400. Penerapan tersebut banyak memberikan keuntungan bagi petani.

IP 400 merupakan pilihan yang menjanjikan guna meningkatkan produksi padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru. “Saya sangat mengapresiasi Gapoktan Pondok Makmur di Desa Pondok, Kecamatan Nguter yang akan mencoba menerapkan sistem baru IP 400 ini, mudah-mudah dapat berhasil dengan baik, sehingga produksi beras di Sukoharjo dapat meningkat yang akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan petani,” lanjutnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pondok Makmur, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Harmadi mengatakan, di Gapoktan Pondok Makmur, Desa Pondok, Kecamatan Nguter ada lahan pertanian ditanami padi petani seluas sekitar 154 hektar dan ada empat kelompok tani. Petani dalam satu tahun berusaha keras selalu menanam padi dalam empat musim tanam. Dua musim tanam saat musim hujan dan dua musim tanam berikutnya saat musim kemarau. Petani selalu berusaha keras dan kompak mulai dari tanam hingga panen.

“Disaat banyak desa tidak panen karena curah hujan tinggi hingga banjir dan serangan hama justru di Desa Pondok, Kecamatan Nguter bisa panen walaupun tida baik. Petani tetap bersyukur dan makanya digelar tasyakuran panen padi ini,” ujarnya.

Harmadi mengatakan, tasyakuran panen padi selalu dilakukan petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter setiap tahun. Petani semakin bersyukur karena masih bisa panen dan ada program IP 400 dari pemerintah sebagai bagian meningkatkan hasil produksi beras.

“IP 400 ini membuat petani bisa empat kali tanam padi dalam satu tahun. Ini sangat disyukuri petani dimana petani lain hanya melakukan tiga kali tanam dalam satu tahun,” lanjutnya.

Di Desa Pondok, Kecamatan Nguter sekarang petani baru memasuki musim tanam kedua. Kondisi sekarang kebutuhan air bagi petani mengairi sawah yang ditanami padi masih cukup. Hal itu tersedia dari air hujan. Namun diperkirakan masalah kekurangan air baru muncul saat masuk musim tanam ketiga dan keempat karena sudah musim kemarau.

Kondisi kekurangan air tersebut membuat petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Bentuk bantuan tersebut berupa pembuatan sumur dalam sebagai jaminan ketersediaan air bagi petani untuk tanam padi.

“Petani melihat program IP 400 sangat bermanfaat. Disisi lain petani mendapat kendala saat musim tanam ketiga dan keempat karena kekurangan air. Jadi membutuhkan bantuan mendapat sumber air dari sumur dalam,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
BRI Serahkan CSR Mobil Ambulans pada TNI

TEMANGGUNG (MERAPI) - BRI Cabang Temanggung salurkan hibah mobil ambulan pada Kodim 0706 Temanggung untuk dianfaatkan pada operasi kemanusiaan yang

Close