Bupati Sukoharjo Etik Suryani Perintahkan Perbaikan Jalan Telukan-Parangjoro Dipercepat

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat melakukan sidak kerusakan jalan Telukan-Parangjoro di Telukan, Grogol.(Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Jalan Telukan-Parangjoro di wilayah Desa Telukan, Kecamatan Grogol mengalami kerusakan parah. Penyebabnya diduga karena banyak kendaraan berukuran besar dan muatan berlebih melintas. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena sangat membahayakan pengguna jalan. Atas keluhan masyarakat tersebut maka Bupati Sukoharjo Etik Suryani langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mempercepat perbaikan.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat melakukan sidak, Rabu (3/3) mengatakan, ada keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan Telukan-Parangjoro di wilayah Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Menanggapi keluhan tersebut maka Etik Suryani mengatakan langsung melakukan sidak. Dalam sidak tersebut Etik Suryani mengaku kaget melihat kondisi jalan mengalami kerusakan parah. Sebab banyak ditemukan lubang berukuran besar dan dalam. Selain itu juga kondisinya tergenang air hujan dan lama surut karena tidak adanya saluran pembuangan disekitar jalan.

Kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan bagi masyarakat karena rawan kecelakaan. Atas kondisi tersebut Etik Suryani memerintahkan DPUPR Sukoharjo melakukan penanganan bersifat sementara sekarang berupa pengurukan menggunakan pasir dan batu. Selain itu dibeberapa titik juga diuruk menggunakan paving bekas untuk mempermudah pengguna jalan melintas saat melewati lubang berukuran besar yang tergenang air hujan.

“Ada keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan Telukan-Parangjoro di Telukan, Grogol dan saat saya cek ternyata memang rusak. Kondisi jalan banyak lubang berukuran besar dan tergenang air. Saya sudah perintahkan DPUPR Sukoharjo melakukan penanganan sementara dengan menguruk pasir dan batu. Tahap selanjutnya perbaikan berupa pembangunan jalan,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut Etik Suryani meminta keterangan dari DPUPR Sukoharjo bahwa sebelumnya sudah ada penanganan kerusakan berupa pengaspalan jalan. Namun kondisi jalan terus rusak karena pengaruh banyaknya kendaraan berukuran besar dan muatan berlebih melintas. Selain itu kepadatan lalu lintas kendaraan juga tinggi ditambah kondisi musim hujan membuat jalan semakin cepat rusak.

“Sebelum ada keluhan masyarakat pihak DPUPR Sukoharjo sudah melakukan penanganan berupa pengaspalan jalan. Tapi banyak truk besar dan muatan berlebih serta hujan membuat kondisi jalan cepat rusak,” lanjutnya.

Etik Suryani meminta pada DPUPR Sukoharjo melakukan penanganan bersifat sementara secepatnya. Tidak hanya menguruk jalan berlubang menggunakan pasir dan batu namun juga membuang genangan air dan membuat saluran pembuangan sementara. Hal itu dilakukan agar air hujan tidak lagi menggenang dan langsung terbuang.

“Pemkab Sukoharjo akan melakukan perbaikan kerusakan jalan secara menyeluruh. Jalan akan dicor dan dibuatkan saluran air agar air hujan terbuang dan tidak menggenang. Sebab dilokasi ini tidak ada drainasenya,” lanjutnya.

Etik Suryani menjelaskan, Pemkab Sukoharjo sebenarnya pada tahun 2020 lalu sudah memiliki progran perbaikan jalan Telukan-Parangjoro. Jalan tersebut akan dibangun menggunakan sistem cor beton dan tidak lagi aspal. Hal itu untuk menyesuaikan kondisi jalan yang sering dilintasi kendaraan berukuran besar dan muatan berlebih.

Rencana perbaikan jalan tersebut terpaksa ditunda karena tahun 2020 lalu ada pandemi virus corona dan masih berlangsung hingga sekarang. Anggaran yang sudah disediakan Pemkab Sukoharjo akhirnya terpaksa digunakan untuk penanganan pandemi virus corona. Ditundanya pelaksanaan perbaikan tahun lalu berdampak pada semakin parahnya kerusakan jalan sekarang.

“Perbaikan jalan nanti dibuat cor beton mengingat disekitar sini banyak industri dan pabrik. Truk berukuran besar sering melintas dan rawan rusak lagi apabila jalan hanya menggunakan aspal saja,” lanjutnya.

Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 lalu sudah memiliki program perbaikan jalan Telukan-Parangjoro di wilayah Telukan, Grogol. Perbaikan akan dilakukan menggunakan sistem cor beton dan tidak lagi memakai aspal. Anggaran yang disediakan sekitar Rp 7 miliar. Namun perbaikan terpaksa ditunda karena kondisi pandemi virus corona.

Pemkab Sukoharjo tetap melakukan pemeliharaan jalan karena ada kerusakan dengan mengaspal ulang. Pengaspalan dilakukan agar jalan bisa layak digunakan masyarakat. Namun karena curah hujan tinggi dan banyak kendaraan berukuran besar melintas maka kerusakan cepat terjadi serta semakin parah.

Kerusakan jalan tetap menjadi prioritas Pemkab Sukoharjo dengan mempersiapkan program perbaikan pada tahun 2021. Sebab anggaran telah disiapkan dan tinggal menunggu waktu pelaksanaan perbaikan saja. Tahap yang dilakukan sekarang yakni persiapan lelang.

“DPUPR Sukoharjo sekarang melakukan penanganan sementara dulu. Kerusakan jalan diuruk menggunakan pasir dan batu agar jalan rata dan tidak berlubang digenangi air hujan. Sedangkan tahapan berikutnya perbaikan permanen dicor beton dan tidak lagi aspal. Tahapan saat ini sedang persiapan lelang dan kemungkinan butuh waktu sekitar 1,5 bulan,” ujarnya.

Secara teknis perbaikan jalan berupa pengecoran beton akan dilakukan DPUPR Sukoharjo sepanjang 400 meter di jalan Telukan-Parangjoro. Selain itu dilokasi tersebut juga akan dibuatkan saluran drainase untuk membuang air hujan agar tidak terjadi genangan sehingga mempercepat kerusakan jalan.

“Masyarakat kami minta bersabar dulu. Pemkab Sukoharjo sudah cepat melakukan penanganan di tahun 2021. Langkah awal ya tadi pengurukan lubang jalan dan selanjutnya dibangun cor beton,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
KALAGEMET BERGELAR SRI JAYANEGARA (8-HABIS) – Gayatri Menyerahkan Kekuasaan pada Tri Buwana Tunggadewi

Dheg. Baginda raja hatinya seperti kandheg, perasaannya setengah kaget demi mendengar nama Sri Wulan Sendari. Beliau teringat ketika diungsikan oleh

Close