Hari Pertama Kerja Bupati, Etik Suryani Sidak Vaksinasi Corona Anggota DPRD Sukoharjo

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengawali hari pertama kerja melakukan sidak vaksinasi virus corona di RSUD Ir Soekarno. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Bupati Sukoharjo Etik Suyani melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan vaksinasi virus corona dengan sasaran anggota DPRD Sukoharjo dan sekretariat dewan di RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo, Senin (1/3). Kegiatan tersebut sekaligus mengawali agenda kerja pertama Etik Suryani setelah resmi dilantik dan menjabat bupati Sukoharjo. Pada kesempatan tersebut Etik Suryani ingin melihat secara langsung proses vaksinasi sekaligus antusias para wakil rakyat mendapat suntikan vaksin virus corona.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, mengawali hari pertama kerja sebagai bupati melakukan sidak vaksinasi virus corona di RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo. Vaksinasi dilakukan terhadap puluhan anggota DPRD Sukoharjo dan sekretariat dewan. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan vaksinasi virus corona yang sebelumnya sudah dilaksanakan Pemkab Sukoharjo.

Saat sidak tersebut Etik Suryani menyempatkan diri berbincang dengan petugas pelayanan dan pihak RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo. Selain itu juga menanyakan langsung kesiapan kepada anggota DPRD Sukoharjo dan sekretariat dewan sebelum menerima suntikan vaksin virus corona.

“Saya ingin melihat bagaimana pelaksanaan vaksinasi virus corona di RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo. Sasaran vaksinasi kali ini dilakukan terhadap anggota DPRD Sukoharjo dan sekretariat dewan. Saya ingin melihat langsung gregetnya mereka divaksin,” ujarnya.

Dalam sidak bupati mengatakan ingin melihat secara langsung setiap proses vaksinasi virus corona. Sebab sasaran yang terdata wajib mengikuti vaksinasi virus corona sesuai jadwal.

“Jangan sampai ada yang tidak mau divaksin. Semua harus mengikuti vaksinasi virus corona,” lanjutnya.

Etik Suryani juga mengingatkan kepada semua pihak yang telah mengikuti vaksinasi virus corona tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab vaksinasi virus corona hanya menjadi bagian dari usaha pencegahan penularan. Protokol kesehatan tersebut seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, menjaga jarak dan lainnya.

“Wajib tetap protokol kesehatan secara ketat. Jangan diabaikan sekalipun sudah ikut vaksinasi virus corona. Pakai masker agar tidak tertular virus corona,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo berharap program vaksinasi virus corona segera selesai dan penyebaran virus corona secepatnya hilang. Kedepan kehidupan dan aktivitas masyarakat secepatnya bisa kembali normal seperti biasa.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, pelaksanaan vaksinasi virus corona yang dilakukan sidak oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani terhadap anggota DPRD Sukoharjo dan sekretariat dewan merupakan bagian dari sasaran pelayan publik. Suntikan vaksinasi virus corona dilakukan secara bertahap sesuai jadwal demi menghindari terjadinya kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona.

Jadwal pelaksanaan vaksinasi virus Corona dengan sasaran pelayan publik sudah diputuskan mulai Rabu (24/2). Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mengirim vaksin virus Corona ke Kabupaten Sukoharjo. Total ada 1.200 vial vaksin virus Corona diterima dimana satu vial berisi 10 dosis sehingga totalnya sebanyak 12.000 dosis.

Jumlah vaksin virus Corona yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo masih kurang banyak. Sebab data sasaran pelayan publik penerima vaksin virus Corona sebanyak 19.313 orang atau ada kekurangan sebanyak 7.313 dosis atau orang.

Kekurangan vaksin virus Corona tersebut sudah dimintakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah dimintakan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Diharapkan kekurangan vaksin bisa segera dikirim dan diterima untuk memperlancar proses vaksinasi virus Corona di Sukoharjo.

“Vaksinasi virus Corona dengan sasaran pelayan publik rencananya akan dimulai Rabu (24/2). Vaksinasi dilakukan bertahap sambil menunggu kiriman tambahan karena ada kekurangan vaksin virus Corona,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan persiapan pelaksanaan vaksinasi virus Corona dengan pemberitahuan ke sasaran penerima vaksin virus Corona. Penyampaian informasi dilakukan melalui pimpinan instansi pelayan publik. Diharapkan setelah menerima informasi dan jadwal para sasaran vaksinasi virus Corona bisa bersiap menerima vaksin virus Corona.

“Pelaksanaan vaksinasi virus Corona dilakukan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Nantinya sasaran bisa datang dan menerima vaksin virus Corona disana,” lanjutnya.

Yunia Wahdiyati mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sejak beberapa hari lalu melakukan pendataan terhadap sasaran penerima vaksin virus Corona. Pendataan dilakukan dengan sasaran pelayan publik. Mereka disasar ikut vaksinasi virus Corona karena sering bersentuhan langsung dengan banyak orang. Kondisi tersebut membuat pelayan publik rawan tertular virus Corona.

Pendataan terhadap pelayan publik juga dilakukan setelah sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan vaksinasi virus Corona kepada 10 orang tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan. Pemberian vaksin tahap pertama tersebut telah terlaksana pada 25 Januari lalu. Sedangkan vaksinasi virus Corona tahap kedua dengan sasaran pelayan publik masih menunggu jadwal.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui total ada 19.313 orang sasaran pelayan publik. Mereka masuk dalam pendataan penerima vaksin virus Corona berikutnya.

Sasaran pelayan publik tersebut rinciannya, TNI 1.942 orang, Polri 708 orang, anggota DPRD 57 orang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 188 orang, kepala desa, Lurah dan perangkat 2.109 orang, pejabat negara 2 orang, aparatur sipil negara (ASN) 8.527 orang, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja 747 orang, pegawai BUMN atau BUMD 559 orang, petugas pelayanan publik yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat usia 18-59 tahun ada 4.474 orang. (Mam)

Read previous post:
Polres Bantul Siapkan 225 Tracer

BANTUL (MERAPI) - Kepolisian Polres Bantul telah menyiapkan 225 personel untuk menjadi tenaga tracer. Personel ini akan bertugas untuk membantu

Close