Menuju Kompetisi Berjenjang, KONI Karanganyar Terjunkan Tim Pengawas Atlet

Sekretaris KONI Karanganyar Samadi . (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – KONI Kabupaten Karanganyar mengawasi lebih intens latihan atlet dari cabor unggulan. Kualitas para atlet tak boleh kendor meski di masa pandemi.
Sekretaris KONI Karanganyar Samadi mengatakan para atlet dan pelatih mendapat insentif, baik dari dana Disparpora maupun KONI sendiri. Dana insentif tersebut berkaitan prestasi dan pembinaan.

“Lantaran mereka menerima insentif, sehingga terikat kewajiban. Selalu harus menjaga kualitas. Tak boleh kendor meski pembatasan aktivitas masyarakat. Mereka biasanya berlatih di GOR atau tempat latihan biasanya. Dari KONI, menerjunkan tim pengawas. Selain untuk memberi motivasi juga menginventarisasi kebutuhan sarpras di tempat latihan,” katanya, Minggu (28/2).

Targetnya membawa Kabupaten Karanganyar ke strata menengah ke atas. Sebelumnya, prestasi kabupaten ini anjlok di Porprov 2018. Dari semula rangking 13 menjadi rangking 29. Terkait pengawasannya ke atlet, hal itu dilakukan secara acak. Didapati para atlet dan pelatih menjalani latihan sesuai protokol kesehatan. Tim pengawas juga mendapati sejumlah sarana dan prasarana perlu diperbarui.

“Kami masih fokus pada penataan organisasi KONI. Berdasarkan laporan tim pengawas, mereka betul-betul berlatih. Selain itu, secara umum perlu pengadaan sarpras. Misalnya di angkat besi kemudian butuh sarana penilaian elektronik di taekwondo. Di tingkat provinsi sudah secara elektronik dan digital. Biar atlet daerah enggak kaget saat bertanding di sana, maka perlu penyesuaian di tingkat daerah,” katanya.

Menuju event bergengsi pada tahun ini, KONI belum memiliki cukup permodalan, terutama ketersediaan atlet potensial. Para atlet daerah yang saat ini sedang berjuang di klub atau squad tetangga, sedang diinventarisasi. Tujuannya mengajak mereka memperkuat squad Kabupaten Karanganyar di cabor unggulan.

“Ada olahraga yang potensial, yakni sepatu roda. Sedang diusahakan agar atletnya bersekolah di Karanganyar saja. Ini juga supaya mereka terus berjuang demi Karanganyar. Ada 7 atlet sepatu roda,” katanya.
Saat ini salah satu atlet panahan Karanganyar, Awal Ahmad, sedang seleksi Pelatda Jateng, guna persiapan PON di Papua mendatang. (Lim)

Read previous post:
JEMBATAN PENGANTIN (1) – Hanya Ada Satu Jalan yang Bisa Dilewati

SETELAH Salat Subuh, Pak Yudi mengantar Bu Sri ke pasar untuk berbelanja. Sesampainya di pasar, Bu Sri bergegas mencari sayuran

Close