Cegah Kerumunan, Pemakaman Ustaz Sukina Diajukan dan Dipersingkat

Petugas pemulasara jenazah ber-APD lengkap mengusung jenazah Ahmad Sukina. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Pemakaman pimpinan pusat majelis tafsir Al Quran (MTA) Ahmad Sukina di Permakaman Muslim Kaliboto, Mojogedang berprotokol kesehatan (prokes) ketat. Selain dimajukan dari jadwal, juga tak berlama-lama. Hanya petugas beralat pelindung diri (APD) yang boleh merapat di liang lahat. Para pelayat tak boleh mendekat.

Ribuan warga MTA yang memadati lapangan Kaliboto melakukan salat jenazah, berulang kali diminta menjaga jarak. Hampir separuh luas lapangan terpakai salat jenazah. Unit mobil pemadam kebakaran disediakan di lapangan itu untuk keperluan berwudu. Sebelumnya, para pelayat sudah menyiapkan diri menyambut jenazah yang diturunkan dari mobil ambulans sekitar pukul 10.00 WIB. Dari semula pemakaman dijadwalkan pukul 13.00 WIB, ternyata dimajukan pukul 11.00 WIB.

Kepada wartawan, Kabag Ops Polres Karanganyar Kompol Budiarto menegaskan pihaknya berupaya memastikan seluruh pelayat melaksanakan protokol kesehatan.

“Kami terus mengimbau agar setelah selesai pentakziyah segera meninggalkan lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan Satgas MTA melarang pentakziyah masuk makam. Hal itu karena ini masih dalam masa pandemi,” jelasnya.

Hingga pemakaman selesai, masih banyak pelayat berdatangan salah satunya Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Lebih lanjut dikatakannya, ia sengaja meminta satgas MTA mempersingkat waktu prosesi pemakaman. Tujuannya agar tak semakin mengundang kerumunan.

Sekretaris Umum MTA Pusat Solo, Sunarno menyampaikan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan Sukino menderita sakit.
“Masih terus berkegiatan. Pada Rabu pagi itu, kami mendapat kabar ada gejala stroke. Jatuh di kamar mandi. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Ada sesak, gejala Covid-19,” katanya.

Sukino sempat tidak sadarkan diri sebelum meninggal dunia. Atas kabar tersebut, dirinya mewakili MTA Pusat Solo, meminta doa kepada masyarakat apabila selama memberikan materi kajian ada salah dan kurangnya.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon doanya, semoga dosa dan kesalahan diampuni, diterima amal soleh dan diterima di sisi Allah SWT,” ucapnya. (Lim)

Read previous post:
POCONG KEMBAR TIGA (3-HABIS) – Kena Amukan Massa Ikut Terbakar

PENONTON wayang yang lewat itu ada yang mengambil batu dan dilempatkan pada pocong pocong tersebut. Kemudian disusul penonton-penonton lain juga

Close