Sejumlah Daerah Banjir, Harga Cabai Masih Tinggi

SUKOHARJO (MERAPI) – Harga cabai rawit merah tembus Rp 95.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai jenis lainnya juga masih tinggi. Kenaikan harga diperkirakan masih akan terjadi mengingat beberapa daerah terdampak banjir akibat cuaca ekstrem dipengaruhi fenomena alam La Nina berupa peningkatan curah hujan. Kondisi tersebut juga kemungkinan berpengaruh pada harga bahan pokok pangan lain.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Senin (22/2) mengatakan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mengantisipasi terjadinya gejolak stok dan harga kebutuhan pokok pangan akibat bencana alam banjir disejumlah daerah. Sebab banjir terjadi dibanyak daerah besar dipengaruhi cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa berdampak ke Sukoharjo. Sebab distribusi barang menjadi terganggu atau mengalami keterlambatan.

Akibat banjir membuat beberapa kebutuhan pokok pangan jenis sayuran tidak maksimal. Sebab tanaman yang ditanam petani banyak mengalami kerusakan dan berpengaruh pada jumlah stok di pasar tradisional. Salah satunya yakni cabai rawit merah harganya tembus Rp 95.000 per kilogram. Harga tersebut dibeberapa sentra perdagangan sempat mengalami penurunan Rp 90.000 per kilogram. Namun karena stok di pedagang terbatas dikhawatirkan bisa terjadi kenaikan harga kembali.

Stok barang terbatas juga membuat harga cabai jenis lainnya sampai sekarang masih tinggi. Cabai merah besar Rp 45.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 50.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 60.000 per kilogram. Tingginya harga juga terjadi pada bawang merah Rp 30.000 per kilogram.

Harga bawang putih jenis honan stabil Rp 24.000 per kilogram dan bawang putih jenis kating naik Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram. Harga telur ayam turun Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 23.000 per kilogram, harga daging ayam stabil Rp 33.000 per kilogram, harga gula pasir stabil Rp 12.500 per kilogram.

“Harga cabai masih tinggi khususnya cabai rawit merah karena suplai terbatas dan membuat stok dipedagang juga terbatas terpengaruh cuaca ekstrem. Kami juga antisipasi gejolak harga dan stok bahan pangan akibat banjir disejumlah daerah dipengaruhi fenomena alam La Nina atau peningkatan curah hujan tinggi,” ujarnya.

Pemantauan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo belum banyak ditemukan masalah terkait bahan pokok akibat banjir disejumlah daerah. Temuan hanya didapati berupa keterlambatan pengiriman barang karena truk pengangkut bahan pokok terjebak banjir. Selain itu disebabkan karena lamanya waktu tempuh distribusi akibat pengalihan arus kendaraan.

“Justru yang kami temukan banyak distribusi bahan pokok dari Sukoharjo ke luar daerah seperti Jakarta truk pengangkut beras terjebak banjir. Sedangkan dari luar daerah ke Sukoharjo tidak terlalu banyak karena suplai masih didapat dari wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo tetap memantau perkembangan banjir diluar daerah terhadap stok dan harga bahan pokok di Sukoharjo. Khusus untuk beras stok masih melimpah dan harga stabil pada kisaran Rp 9.000 per kilogram hingga Rp 11.000 per kilogram tergantung jenisnya. Kondisi tersebut membuat lega karena beras menjadi kebutuhan pokok pangan utama.

“Beras masih aman dan tidak terpengaruh banjir diluar daerah. Sebab Sukoharjo sendiri lumbung pangan memiliki stok beras melimpah. Antisipasi hanya pada jenis sayuran saja karena masih mengandalkan kiriman petani luar daerah,” lanjutnya.

Lurah Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Widadi Nugroho mengatakan, stok dan harga bahan pangan masih aman meski beberapa daerah dilanda banjir besar. Dampak cuaca ektrem hanya dialami pada komoditas cabai saja dimana harga cabai rawit merah tembus Rp 95.000 per kilogram sejak beberapa hari terakhir. Harga tersebut kemudian turun menjadi Rp 90.000 per kilogram. Meski turun Rp 5.000 per kilogram namun tetap masih tinggi.

“Kami pantau terus stok dan harga bahan pangan apalagi dibeberapa daerah sekarang banjir besar seperti di Jakarta,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Seledri Ampuh Atasi Tekanan Darah Tinggi

SELEDRI merupakan ragam sayuran yang sudah sering dikonsumsi masyarakat. Cukup banyak olahan makanan yang membutuhkan sayuran ini sebagai penyedap, sehingga

Close