Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Purna Tugas

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya didampingi isteri sekaligus Bupati Sukoharjo terpilih Pilkada 2020 Etik Suryani saat memberikan sambutan. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengakhiri masa jabatannya setelah dua periode memimpin Kabupaten Sukoharjo. Prosesi purna tugas digelar di lobi kantor bupati dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Antar Daerah (Forkopimda) dan kepala organisasi pimpindan daerah (OPD), Rabu (17/2). Wardoyo Wijaya berharap bupati Sukoharjo baru terpilih Pilkada 2020 bisa menjadikan Kabupaten Sukoharjo lebih makmur.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono, saat memberikan sambutan mewakili Forkopimda Sukoharjo mengatakan, atas nama Forkopimda Sukoharjo mengucapkan selamat kepada Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang telah berhasil memimpin selama dua periode di Kabupaten Sukoharjo. Banyak hal berkesan dan menjadi kenangan antara Forkopimda Sukoharjo dengan Wardoyo Wijaya selama menjadi bupati. Jalinan kerukunan dan kekompakan Forkopimda Sukoharjo menjadi salah satu hal terbaik yang diwujudkan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

Kajari mengatakan, secara pribadi selama bertugas di Kabupaten Sukoharjo selama dua tahun tujuh bulan pesan yang kami dapat tidak ada lain selain Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya berhasil memimpin Kabupaten Sukoharjo sangat baik. Banyak hal dan bukti nyata bisa dilihat selama kepemimpinan dua periode seperti Gedung Menara Wijaya sebagai kantor kebanggan Kabupaten Sukoharjo, Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah atau gedung lowo yang dibangun begitu megah.

“Perlu kami catat juga baik secara pribadi dan Forkopimda Sukoharjo bapak Wardoyo Wijaya sudah membangun pasar tradisional merata diseluruh Kabupaten Sukoharjo. Pasar ini menjadi pusat ekonomi rakyat dan menjadi kontribusi kebangkitan ekonomi di Sukoharjo,” ujarnya.

Forkopimda Sukoharjo juga menyampaikan, ada keputusan kontroversi dilakukan selama kepimpinan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tidak memberikan izin toko modern, namun hal itu memberikan efek bagus karena ekonomi masyarakat jadi berkembang. Sebab perekonomian dari pasar tradisional sangat cepat maju untuk meningkatkan pendapatan pedagang kecil.

Kajari menambahkan, dari sisi keamanan relatif kondusif tidak ada kejadian menonjol dalam arti efek sosial politik hanya saja yang terakhir seperti ini ada kejadian yang bisa diatasi bapak bupati karena berusaha menjaga jangan ada kerumunan sampai debat dengan warga itu beri efek jera yang baik.

“Terakhir pak bupati saya ada slogan pribadi
Sekali pak bupati tetap pak bupati
Bupatinya bu Etik Suryani dan pak bupatinya tentu pak Wardoyo Wijaya,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam sambutannya mengatakan, selesai sudah dua periode memimpin Kabupaten Sukoharjo. Keberhasilan memimpin Kabupaten Sukoharjo berkat dukunyan semua pihak baik Forkopimda Sukoharjo, OPD dan masyarakat.

“Pada bupati Sukoharjo yang baru harapannya bisa menjadikan Kabupaten Sukoharjo lebih makmur,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
CAHAYA CINTA PUTRI ONG TIEN (1) – Sunan Gunung Jati Dikenal Sebagai Tabib Termasyhur

Etnis Tionghoa memiliki peranan penting dalam pembangunan Cirebon. Akulturasi budaya Tionghoa dengan Islam hingga kini masih nampak jelas. Akulturasi tersebut

Close