Korban Gempa Kembali ke Kampung Halaman

Penyerahan jadub pengungsi gempa Mamuju (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sebanyak 23 warga Karanganyar yang menjadi korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, dipulangkan ke kampung halamannya. Mereka merupakan perantau asal Jumantono dan Jumapolo.
Sebelum berkumpul dengan keluarga, puluhan pengungsi ini diterima bupati di pendopo rumah dinas untuk menerima bantuan sembako dan sejumlah uang, Jumat (22/1). Mereka dari gelombang pemulangan ke Jawa Tengah, dimana asal Soloraya berkumpul di Kota Solo terlebih dulu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki menyampaikan, para pengungsi asal Karanganyar ini diantar langsung oleh Pemkot Surakarta. Menurutnya, jatah jaminan hidup para pengungsi ini mendapatkan sembako satu paket serta uang sebesar Rp 500.000 perjiwa.

“Sebelumnya saudara kita ini dikarantina di STP untuk melakukan rapid antigen. Setelah dinyatakan negatif, baru dipulangkan ke kampung halaman masing-masing,” terangnya.

Waluyo Dwi Basuki menuturkan, gempa Mamuju yang terjadi beberapa waktu lalu sangat berdampak secara psikologis terhadap warga Karanganyar yang merantau terutama anak-anak. Setelah berada di kampung halaman, mereka diharapkan bisa pulih dan menata lagi kehidupannya.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap warga kita ini. Kita akan pantau perkembangan psikologis mereka, terutama anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu korban gempa, Sukoyo warga Desa Tugu Jumantono mengaku akan menenangkan diri di kampung halamannya.

“Kami masih trauma. Kami mau menenangkan diri dulu. Nanti setelah normal, baru kembali ke Mamuju,” ujar pria yang membuka usaha warung makan di Mamuju ini. (Lim)

Read previous post:
Mie Kuning Berubah Menjadi Puluhan Cacing

BANYAK yang mengatakan, jika sesobek kain lusuh yang ditemukan oleh Dulah, itu adalah popok wewe. “Jika dikerudungkan di kepalamu ,

Close