KPU Sukoharjo Sampaikan Berkas Usulan Pelantikan Bupati Terpilih ke DPRD

KPU Sukoharjo saat menyampaikan berkas usulan pelantikan paslon terpilih Pilkada 2020 ke DPRD. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menyampaikan berkas usulan pelantikan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020 ke DPRD Sukoharjo. Tahapan selanjutnya tinggal menunggu pelantikan pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA) sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Sabtu (23/1), mengatakan, KPU Sukoharjo dengan didampingi Bawaslu Sukoharjo sudah menyampaikan berkas usulan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020 ke DPRD Sukoharjo. Berkas diterima langsung oleh Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi didampingai dengan wakil ketua dan sekretariat DPRD Sukoharjo.

KPU Sukoharjo menyampaikan berkas ke DPRD Sukoharjo sesuai tahapan pelaksanaan Pilkada 2020. Berkas tersebut berisi pengusulan, pengesahan, pengangkatan pasangan calon terpilih. Setelah disampaikan, selanjutnya menjadi kewenangan DPRD Sukoharjo untuk menindaklanjuti berkas tersebut.
“KPU Sukoharjo sudah melakukan tahapan Pilkada 2020 dan sebelumnya dilakukan penetapan pasangan calon terpilih. Maka selanjutnya penyampaian berkas ke DPRD Sukoharjo sebagai usulan pelantikan,” ujarnya.

Nuril menjelaskan, KPU Sukoharjo setelah ini tinggal menunggu tahapan pelantikan pasangan calon terpilih Pilkada 2020. Sebab nama bupati dan wakil bupati terpilih sudah jelas ada. Pada Pilkada 2020 lalu dimenangi pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA).
Penetapan Hasil Penghitungan Suara Pilkada 2020 di Hotel Tosan Solo Baru, Grogol sudah selesai dilaksanakan pada Selasa 15 Desember 2020 lalu sejak pagi hingga malam hari. Hasilnya diketahui pasangan EA memenangi Pilkada 2020 dengan perolehan hasil 266.500 suara atau 53,34 persen. Sedangkan pasangan Joswi meraih 233.108 suara atau 46,66 persen.

KPU Sukoharjo juga sudah melakukan penetapan pasangan calon terpilih Pilkada 2020 pada 21 Januari kemarin. Penetapan tersebut dilakukan KPU Sukoharjo karena untuk Kabupaten Sukoharjo tidak terdapat permohonan perselisihan hasil Pilkada 2020 yang diajukan ke MK. Kondisi tersebut membuat KPU Sukoharjo bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya yakni penetapan paslon terpilih hasil Pilkada 2020.

KPU Sukoharjo setelah menerima surat dari Panitera Mahkamah Konstitusi (MK) perihal Keterangan Perkara PHP-Gub/Kab/Kota Tahun 2021 yang diregistrasi di MK pada 20 Januari 2021 langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Hal ini dilakukan agar dalam penetapan nanti bisa diikuti dan diketahui.
Sesuai isi surat penetapan paslon terpilih Pilkada 2020 dilakukan paling lama lima hari setelah MK secara resmi memberitahukan pada KPU adanya permohonan perselisihan hasil Pilkada yang telah diregistrasi dalam e-BRPK. Namun agar tahapan segera selesai, maka KPU Sukoharjo langsung melakukan penetapan.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, sudah menerima penyampaian berkas dari KPU Sukoharjo terkait penetapan pasangan calon terpilih Pilkada 2020. DPRD Sukoharjo setelah ini akan melakukan rapat Badan Musyawarah untuk mengagendakan sidang paripurna menindaklanjuti berkas usulan dari KPU Sukoharjo.
“Sesuai jadwal Banmus akan digelar Senin (25/1) dan sidang paripurna Selasa (26/1) untuk ditetapkan dan diteruskan berkasnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Bunga Krisan Atasi Panas Dalam

SEBAGIAN jenis tanaman hias yang memiliki tampilan bunga cukup indah dan khas diyakini memiliki manfaat atau khasiat kesehatan. Sehingga dapat

Close