Sejumlah Santriwati Terinveksi Covid-18, Asrama Putri Dikosongkan

Santriwati usai menjalani swab antigen, bergegas dipulangkan (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Asrama sebuah pesantren di Paulan, Colomadu yang berisi 200-an santriwati dikosongkan. Cara tersebut untuk mencegah penularan Covid-19 lebih masif usai sebagian santriwati terinveksi. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati mengatakan delapan santriwati positif Covid-19 per Jumat (15/1).

“Hasil swab PCR di RSAU dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo keluar. Lima santriwati yang sebelumnya sudah dinyatakan positif, dikarantina di Asrama Haji Donohudan. Lalu ada santriwati lainnya yang mengalami gejala demam. Lima orang. Hasil swab PCR pada Jumat kemarin tiga diantaranya positif,” kata Purwati kepada wartawan, Sabtu (16/1).

Pemeriksaan mereka dipicu seorang santriwati yang terpapar Covid-19 usai mengalami demam pada 7 Januari 2021. Kondisinya itu ketahuan setelah diperiksa di sebuah RS di Sukoharjo. Orangtua santriwati tersebut diberitahu pihak pesantren, kemudian kasusnya berkembang ke penelusuran kontak erat. Hasilnya, 66 orang yang berkontak erat menjalani rapid tes antigen. Dari 14 yang reaktif, lima diantaranya positif Covid-19 usai pemeriksaan berlanjut swab PCR di RSAU dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo. Sedangkan bagi yang nonreaktif tetap berada di asrama namun dipisah dari lain untuk menjalani isolasi mandiri.

Purwati mengatakan, terdapat sekitar 200 santriwati di gedung asrama. Usai kemunculan 10 santriwati positif Covid-19, pihak pesantren diminta segera memulangkannya ke keluarga. Namun sebelum itu, mereka wajib menjalani swab antigen terlebih dulu. Bagi yang reaktif akan diswab PCR. Apabila terbukti positif Covid-19, diberikan penanganan lebih lanjut sesuai persetujuan orangtua. Tercatat 220 santriwati dan pengurus pesantren diswab PCR pada Sabtu (16/1). Sebanyak 10 orang reaktif uji tersebut hingga pukul 11.00 WIB. Pengambilan spesimen lendir hidung baru separuh jalan di jam itu.
“Hari ini diswab PCR. Kami mendatangkan petugas puskesmas Colomadu,” katanya.

Penularan Covid-19 di antara para samtriwati disesalkannya. Ia menduga penyelenggara pendidikan di sana kurang maksimal melakukan screening serta adanya santriwati menutupi kondisi sebenarnya.
“Itu kan kemarin liburan tahun baru dipulangkan. Masuk lagi, 3 Januari 2021. Pondok pesantren screening. Siswa diminta membawa surat hasil rapid test. Ternyata ada informasi yang tidak diketahui atau tidak disampaikan kepada pondok pesantren. Keluarga salah satu santri itu ternyata ada yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19. Pondok pesantren seharusnya lakukan screening di tempat. Jangan hanya mengandalkan surat sehat saja,” tegasnya.

Pantauan Merapi di pesantren itu, para orangtua menunggu putrinya keluar gerbang usai menjalani swab antigen di area terbuka pesantren. Personel DKK melarang santriwati membawa benda-benda dari asrama ke luar sebelum disterilisasi.

Saat hendak dikonfirmasi, manajemen pesantren menolak memberi keterangan. Seorang dari dalam asrama meminta Mmerapi menemui ustaz Qoyyim.
“Sudah dibikin rilis sama pak Qoyyim. Ke sana saja,” kata perempuan itu dengan nada membentak.

Pemilik nama Qoyyim dikabarkan berada di asrama santri yang terletak bukan di kompleks yang sama. Di tempat yang dimaksud, ternyata manajemen pesantren juga menolak mrmberi keterangan.
“Tidak bisa. Pak Qoyyim tidak ada. Tidak tahu kapan datang atau malah tidak datang. Soal itu (wabah di asrama putri) saya tidak tahu,” ujar seorang pria dari kantor sekretariat yang enggan menyebutkan namanya. (Lim)

Read previous post:
Bunga Pukul Empat Musuh Batu Ginjal

TANAMAN bunga pukul empat bermekaran daunnya pada sore hari, yakni kisaran pukul empat. Wajar jika pemilik nama ilmiah Mirabilis jalapa

Close