Penularan di Puskesmas Kerjo Terparah

Puskesmas Kerjo, Karanganyar. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) -Sebanyak 32 tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai administrasi di Puskesmas Kerjo terkonfirmasi positif Covid-19. Ini merupakan kasus terparah penularan virus itu di fasilitas kesehatan (Fasyankes) milik pemerintah.

“Jumlah yang positif setara 75 persen SDM-nya. Maka sisanya dipastikan kontak erat. Kita tidak bisa membiarkan tetap buka. Sementara mulai hari ini sampai tiga hari ke depan rawat inap dan IGD Puskesmas Kerjo ditutup. Melihat situasi kasusnya,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Dwi Rusharyanti kepada wartawan di Karanganyar, Rabu (13/1).

Hasil swab PCR para pegawai di Puskesmas Kerjo keluar pada Selasa sore (12/1). Penutupan operasional dinilai langkah tepat demi memutus penyebaran virus lebih luas. Mereka yang tertular menjalani isolasi mandiri tanpa harus dirawat di rumah sakit. Melihat fakta tersebut, tim DKK langsung meninjau puskesmas lain untuk mencegah perilaku berisiko tertular di lingkungan fasyankes.

“Yang dahsyat itu Kerjo (puskesmas Kerjo). Sampai tutup total. Kepala Puskesmas, dokter gigi, kepala TU dan lainnya tertular. Sebelumnya, ada lima puskesmas yang ditutup karena masalah sama. Namun IGD dan rawat jalan masih dilayani,” katanya.

DKK masih menanti hasil swab PCR kontak eratnya. Dengan menghitung pegawai positif sampai 32 orang, dipastikannya jumlah kontak erat banyak. Itu belum termasuk sisa 25 persen pegawai di Puskesmas Kerjo, yang kini menanti hasil swab PCR.

“Karena tutup, masyarakat silakan berobat ke fasyankes pemerintah maupun swasta terdekat,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sumber penularan bisa dari mana saja. Ia mengingatkan nakes agar mewaspadai aktivitas di luar pelayanan.

“Saat pelayanan itu pasti memakai APD dan hazmat. Tapi belum tentu demikian saat rapat atau sedang kumpul makan bersama teman sekantor. Ada yang tertracing dari sebuah hajatan,” katanya.

Penularan masif Covid-19 di kalangan nakes membuat persiapan vaksinasi sinovac menjadi buyar. Ia berharap seluruh nakes sudah sembuh sebelum penanganan vaksinasi.

“Kita sudah pelatihan vaksinaror dan menyiapkan semua kebutuhan vaksinasi. Kalau nakesnya positif semua, siapa yang akan mem-vaksin?” katanya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengevaluasi menyeluruh kegiatan sosial kebudayaan selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Dari wilayah Kerjo itu ada yang hajatan nikahan pakai piring terbang. Sedang ditracing apakah itu pemicu penularannya. Selama PPKM tidak boleh izin hajatan, yang terlanjur di antara 11-25 Januari supaya mengubah tatanannya menjadi banyu mili,” katanya. (Lim)

Read previous post:
PANGERAN GAGAK SINANGLING (4) – Muncul Sesosok Mirip Panembahan Sajodho Bagaikan Kembar

Dari hari ke sehari Panembahan Sajodho bersama cantrik-cantrik membenahi lagi kehidupannya setelah dirusak sepasukan prajurit yang tidak mereka kenal siapa

Close