Pilih Berhemat Selama PTKM, Penjualan Sembako Jadi Sepi

Penjualan sembako di lapak Pasar Jungke Karanganyar (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Transaksi jual beli sembako di pasar tradisional kurang bergairah di awal pemberlakuan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi faktor utama, kemudian langkah penghematan.

Seorang pedagang Pasar Jungke Karanganyar Kota, Suryani mengatakan pasokan dagangan dari tengkulak berkurang sejak awal Januari 2021. Terutama bumbu dapur, sayuran dan minyak goreng.

“Yang beli sedikit. Kebanyakan cuman tanya harga, setelah tahu mahal, enggak jadi beli,” katanya, Senin (11/1).

Dari semua dagangannya, cabai rawit merah paling mahal. Sekilo Rp80 ribu. Langganannya sekarang hanya menebus satu sampai dua ons saja dari sebelumnya biasa beli seperempat kilo. Sampai Senin siang, dua kilogram cabai rawit di lapaknya belum banyak berkurang dibeli orang. Suryani menduga lesunya daya beli pelanggan karena harganya memang sedang tinggi sejak awal Januari.

Selain cabai rawit merah, komoditas yang kentara kenaikan harganya adalah minyak goreng. Saat ini, harganya menembus Rp14 ribu per liter dari harga normal Rp11 ribu.

“Dari distributor, hampir semua yang dikirim, berkurang. Permintaan memang menurun. Seharusnya harganya ikut turun. Tapi malah mahal,” katanya.

Rani, pedagang lainnya mengatakan ekspektasi transaksi berlipat ganda saat PPKM tak terjadi.

“Seharusnya banyak nyetok barang jelang semua toko ditutup. Tapi ini malah tidak. Yang beli malah menurun. Untung saja pasar tradisional tidak ditutup seperti warung dan toko lainnya. Pasar tradisional boleh tetap buka saja sudah alhamdulillah,” jelasnya.

Sedangkan ibu rumah tangga asal Jungke, Fadhilah mengaku harus berhemat selama dua pekan ke depan. Bagi keluarganya, PPKM mengancam penghasilan.

“Mau bagaimana PKL bisa bertahan kalau dilarang jualan. Uang belanja yang segitu-segitu saja harus dihemat. Kalau bumbu dapur mahal, enggak usah beli. Buat keperluan lebih mendesak seperti beras dan gas,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan rekapitulasi terakhir harga rata-rata di tujuh pasar induk di Karanganyar, cabai rawit merah Rp77,857 per kilogram, telur ayam negeri Rp23.429, daging ayam boiler Rp32.571, minyak goreng curah Rp13.357 dan beras ir 64 Rp10.929. (Lim)

Read previous post:
Aturan WFH dan WFO Selama PTKM Diubah 75:25 Persen

Close