KPU Sukoharjo Musnahkan 5.847 Lembar Surat Suara Rusak

KPU Sukoharjo memusnahkan surat suara Pilkada 2020 rusak. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 5.847 lembar surat suara rusak Pilkada 2020 dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo dengan disaksikan Bawaslu dan polisi. Surat suara rusak tersebut disebabkan karena faktor proses cetak seperti pencetakan tidak utuh, noda tinta dan lainnya.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Selasa (8/12), mengatakan, KPU Sukoharjo menemukan sebanyak 5.847 lembar surat suara rusak Pilkada 2020. Surat suara tersebut sudah dipisahkan dari lainnya kemudian dilakukan penanganan berupa pemusnahan. Semua surat suara rusak tersebut dimusnahkan agar tidak disalahgunakan.

Proses pemusnahan dilakukan KPU Sukoharjo dengan disaksikan oleh pihak Bawaslu dan polisi. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar hingga menjadi abu.

KPU Sukoharjo melakukan pemusnahan surat suara setelah semua proses terpenuhi. Salah satunya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan surat suara dari pihak percetakan untuk kegiatan Pilkada 2020.

Temuan surat suara rusak didapati KPU Sukoharjo beberapa hari lalu saat proses sortir dan pelipatan. Usai temuan, pihak KPU Sukoharjo kemudian berkoordinasi dengan pihak percetakan untuk melakukan pencetakan ulang atau pengganti. Hal ini penting mengingat kerusakan surat suara harus diganti agar kebutuhan pada saat Pilkada 2020 terpenuhi.

“Kerusakan surat suara itu seperti ada noda tinta pada surat suara, noda tinta pada salah satu gambar pasangan calon, noda tinta pada gambara dua pasangan calon, sobek, tidak tercetak utuh dan lainnya. Surat suara rusak ini kami musnahkan,” ujarnya.

Pada Pilkada 2020 yang digelar 9 Desember nanti KPU Sukoharjo menerima sebanyak 677.863 lembar surat suara sesuai dengan berita acara. Kemudian surat suara baik hasil sortir sebanyak 669.701 lembar dan kekurangan kirim 2.315 lembar. Jumlah surat suara riil diterima beserta pengganti sebanyak 683.710 lembar dan jumlah surat suara dipakai dan didistribusikan sebanyak 677.863 lembar dan kerusakan 5.847 lembar.

KPU Sukoharjo menjamin kebutuhan surat suara pada Pilkada 2020 terpenuhi. Pemilih dipastikan akan menerima surat suara yang dibutuhkan saat pemungutan suara 9 Desember nanti.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, mengatakan, waktu pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember mendatang sudah ditetapkan presiden sebagai hari libur nasional. Kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah pusat sebagai bentuk kemudahan bagi pemilih dalam menggunakan hak pilih Pilkada 2020.

“9 Desember saat pemungutan suara Pilkada 2020 merupakan hari libur nasional sesuai keputusan presiden. Jadi mari pemilih khusus di Kabupaten Sukoharjo menggunakan hak pilihnya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sesuai jam tertera dalam undangan yang diterima dari panitia,” ujarnya.

Hari libur tersebut ditegaskan bupati sesuai dengan surat keputusan presiden berlaku bagi seluruh instansi baik aparatur sipil negara (ASN) maupun swasta. Masing masing instansi dipastikan sudah mengetahui surat keputusan presiden dan diharapkan dilaksanakan dengan memberi kemudahan pegawai menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2020.

“Pemilih nanti saat datang ke TPS tetap diminta mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona,” lanjutnya.

Bupati berharap angka partisipasi pemilih Pilkada 2020 tinggi dibanding pemilu sebelumnya. Sebab pemerintah pusat sudah memfasilitasi dengan adanya hari libur nasional saat pemungutan suara digelar. (Mam)

Read previous post:
Bayam Brazil Bantu Hindarkan Sembelit

USAHA mewujudkan sehat dengan biaya tak mahal, satu diantaranya dengan memanfaatkan aneka bahan alami berkhasiat. Tak jarang bahan-bahan alami tersebut

Close