Pemkab Sukoharjo Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

Kepala KPPN Surakarta Sugiarso saat menyerahkan Opini WTP dan penghargaan dari Kemenkeu kepada Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemkab Sukoharjo berhasil mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut terhitung sejak 2015-2019. Atas prestasi tersebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penghargaan khusus kepada Pemkab Sukoharjo.

Kepala Kantor pelayanan Perbendahraan Negara (KPPN) Surakarta, Sugiarso saat penyerahan Opini WTP dan penghargaan dari Kemenkeu di Loby Kantor Bupati Sukoharjo, Kamis (5/11), mengatakan, Pemkab Sukoharjo berhasil mendapatkan Opini WTP Tahun 2019 yang seharusnya sudah diserahkan beberapa waktu lalu namun baru terlaksana sekarang mengingat kondisi pandemi virus corona. Meski begitu penyerahan Opini WTP tidak menyurutkan semangat dan memberikan selamat pada Pemkab Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo mendapatkan Opini WTP selama lima kali berturut-turun terhitung sejak 2015-2019. Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi Pemkab Sukoharjo yang sebelumnya sempat berada paling bawah namun sekarang menempati posisi teratas.

Atas keberhasilan tersebut Kemenkeu memberikan penghargaan khusus bagi Pemkab Sukoharjo. Sebab prestasi lima kali memperoleh Opini WTP tidak mudah dan berhasil dibuktikan Pemkab Sukoharjo.

“Ada dua penghargaan yang diberikan pada Pemkab Sukoharjo berupa Opini WTP. Selain itu juga ada penghargaan sendiri dari Kemenkeu atas prestasi yang diraih Pemkab Sukoharjo memperoleh WTP selama lima kali berturut-turut,” ujarnya.

Opini WTP yang diperoleh Pemkab Sukoharjo untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019. Pemkab Sukoharjo berhasil mendapatkan prestasi tersebut setelah dilakukan penilaian dari pusat.

“Pemkab Sukoharjo sudah memiliki tim solid dan konsisten. Tim ini harus dipertahankan dan kedepan WTP tetap bisa diraih Pemkab Sukoharjo,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, Opini WTP diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas penyajian dan pelaporan pengelolaan keuangan daerah yang telah memenuhi lima syarat yang harus dipenuhi. Kelimanya yakni, pertama, adanya kesesuaian antara laporan realisasi anggaran dan laporan operasional dalam hal ini termasuk tidak boleh ada pagu minus, sehingga harus cermat mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporannya, kedua, penyajian laporan keuangan telah disajikan secara wajar, tidak terdapat kesalahan yang material dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

Ketiga, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan, tidak ada ketentuan yang dilanggar, keempat, adanya Sistem Pengendalian Internal (SPI) di lingkungan entitas pelaporan, kelima penatausahaan barang milik negara dan daerah telah ada pelaksanaan revaluasi atau penilaian kembali aset yang dimiliki oleh setiap entitas pelaporan.

Bupati melanjutkan, dari sisi pelaksanaan APBD, penghargaan Opini WTP merupakan bukti nyata bahwa Pemkab Sukoharjo telah menunjukan komitmen dan kinerja yang baik kepada masyarakat, serta komitmen mempertanggungjawabkan setiap rupiah uang negara secara transparan dan akuntabel serta telah sesuai kaidan kaidan pelaporan yang baik dan benar dalam SAP. Capaian ini tentu menjadi cambuk bagi Pemkab Sukoharjo dalam mewujudkan clean dan good govermance sebagaimana dicita-citakan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi.

“Saya menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sukoharjo untuk tetap bekerja dengan sunguh-sunguh dan penuh dedikasi serta integritas yang tinggi sehingga dapat mewujudkan dan menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berkualitas sehingga capaian Opini WTP tetap dapat kita pertahankan untuk tahun berikutnya,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Jambu Brazil Sebagai Sumber Antioksidan

TAK sedikit jenis buah-buahan ciptaan Yang Maha Kuasa enak dikonsumsi, bergizi dan menyehatkan. Artinya juga dengan mengkonsumsi secara rutin akan

Close