Operasi Pemakaian Masker, Satpol PP Sukoharjo Mulai Terapkan Sanksi Denda

Tim gabungan saat operasi protokol kesehatan pemakaian masker di halaman Pemkab Sukoharjo. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Tim gabungan melakukan operasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona dengan sasaran pemakaian masker di halaman Pemkab Sukoharjo, Jumat (28/8). Hasilnya sebanyak 22 aparatur sipil negara (ASN) terjaring dan dikenai sanksi denda membayar uang tunai Rp 50.000 dan berlaku berjenjang apabila kembali kedapatan melakukan pelanggaran. Operasi serupa akan digelar petugas disemua wilayah di Sukoharjo secara bergantian.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, mengatakan, tim gabungan yang terlibat dalam operasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona yakni, Satpol PP, Kodim 0726, Polres, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan digelar tepat di pintu gerbang Pemkab Sukoharjo mulai pukul 07.30-08.30 WIB.

Operasi tersebut merupakan pertama kali dilakukan tim gabungan di Sukoharjo dengan memberikan sanksi bagi pelaku pelanggaran tidak memakai masker. Hukumannya berupa membayar denda uang tunai Rp 50.000 dan berlaku berjenjang apabila kembali kedapatan melakukan pelanggaran lagi. Sanksi berikutnya berupa hukuman sosial dalam bentuk membersihkan fasilitas umum seperti menyapu jalan, membersihkan saluran air dan lainnya.

Dasar operasi protokol kesehatan dengan sasaran pemakaian masker dan memberikan sanksi denda membayar uang tunai sesuai Instruksi Presiden dan Gubernur Jawa Tengah, serta diperkuat Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. Dalam aturan itu, pelanggar protokol kesehatan akan dijatuhi sanksi sosial hingga denda berjenjang.

“Operasi protokol kesehatan dengan memberikan sanksi denda membayar uang tunai dan hukuman sosial baru pertama kali diterapkan. Sebelumnya Satpol PP Sukoharjo sudah melakukan sosialisasi dan membagikan masker gratis. Harapannya dengan kegiatan ini masyarakat sadar memakai masker dan menurunkan angka kasus positif virus corona,” ujarnya.

Tim gabungan melakukan operasi protokol kesehatan dengan sasaran ASN karena mereka menjadi contoh masyarakat. Heru menegaskan, ASN wajib memberi contoh baik penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker saat berada diluar rumah, termasuk saat beraktivitas di lingkungan kerja di Pemkab Sukoharjo.

Dalam operasi protokol kesehatan di halaman Pemkab Sukoharjo ditemui sudah banyak ASN memakai masker. Namun tidak sedikit yang kedapatan melakukan pelanggaran. Para ASN diketahui tidak memakai masker saat naik sepeda motor maupun berada didalam mobil.

Total ada 22 pelaku pelanggaran dengan rincian 18 ASN dan satu diantaranya merupakan pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan Sukoharjo kedapatan tidak memakai masker. Sedangkan sisanya merupakan warga biasa terjaring operasi saat datang ke Pemkab Sukoharjo. Pelaku pelanggaran tersebut menjalani sidang pembinaan dan membayar denda uang tunai Rp 50.000.

“Pelanggaran dilakukan karena ASN tersebut karena kedapatan tidak memakai masker dan memakai masker namun tidak sempurna,” lanjutnya.

Tim gabungan setelah ini akan melakukan operasi protokol kesehatan dengan sasaran pemakaian masker disemua wilayah di Sukoharjo. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus usaha pencegahan penyebaran virus corona. Disisi lain ditegaskan Heru sebagai upaya menyadarkan masyarakat memakai masker saat beraktivitas diluar rumah. Sebab masih banyak pelanggaran tidak memakai masker.

Aturan tegas lain diterapkan terhadap pelaku usaha wajib menyediakan tempat mencuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak meja dan kursi pengunjung, menghindari kerumunan massa. Satpol PP Sukoharo nanti akan memperbanyak melakukan razia disemua wilayah untuk melihat kepatuhan penerapan Perbup terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

“Sanksi bagi pelaku usaha juga sama denda akan diberlakukan mulai Rp 250.000, Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Bahkan apabila melakukan pelanggaran hingga tiga kali maka Pemkab Sukoharjo akan mencabut izin usahanya,” lanjutnya.

Salah satu ASN Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumardi, mengatakan, terjaring operasi dan menjalani sidang sebelum akhirnya membayar denda uang tunai Rp 50.000 pada petugas. Sumardi mengaku salah dan harus membayar sesuai aturan berlaku.

“Saya tadi di mobil sebenarnya sudah memakai masker namun tidak sempurna karena sesak nafas dan ketahuan petugas. Saya ikuti proses sesuai aturan dan bayar denda,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
SRIKUNTHI PENDEKAR BELATI (8) – Mendapat Bantuan Cantrik Padepokan Kilisuci

Dalam situasi genting yang menyesakkan dada karena debu-debu yang berhamburan itu, muncul sosok misterius yang mempersilakan mereka agar segera masuk

Close