Masih Beredar Makanan Kadaluarsa di Pasar Karanganyar

Pengambilan sampel makanan oleh petugas DKK Karanganyar (Foto:Abdul Alim)
Pengambilan sampel makanan oleh petugas DKK Karanganyar (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Tim inspeksi mendadak (Sidak) makanan dan minuman dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mendapati barang kedaluwarsa dan tak berizin edar dijual di pasar tradisional. Para pelanggar aturan itu kebanyakan wajah lama.

“Kami minta pedagangnya menandatangani surat pernyataan mengembalikan barang-barangnya ke suplier. Jangan ditumpuk di depan kios seakan-akan itu barang baru yang layak konsumsi,” kata Kasi Informasi Kesehatan DKK Karanganyar, Joko Ritanto di sela sidak di Pasar Palur, Selasa (19/5).

Di lapak penjual itu terdapat kotak-kotak berisi susu kemasan, minuman pabrikan dan berbagai jenis makanan ringan. Petugas mendapati tanggal kedaluwarsa sudah lewat. Seorang wanita berjilbab yang mengaku pemilik kios beralasan barang-barang itu tidak muat disimpan di dalam, sehingga ditumpuk di luar.

“Tempatnya mudah dijangkau apabila dari suplier mau ambil saat diretur,” kata wanita itu ke petugas sembil menandatangani surat pernyataan kesanggupan.

Dalam sidak kali ini, petugas mengambil sampel sejumlah makanan yang dicurigai mengandung zat kimia berbahaya. Seperti cemilan gabus, baso, mi basah, dan teri nasi. Petugas juga mengambil sampel makanan berwarna mencolok seperti cendol.

“Sampelnya diuji dulu di lab. Apakah mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya ataukah tidak,” katanya.

Berdasarkan riwayat para penjual tersebut, mereka berulangkali diperingatkan namun tetap saja tidak berubah. Barang kedaluwarsa dan berbahan campuran berbahaya terus dijual. Terkait penindakannya, Joko menyerahkan hal itu ke satuan kerja di level lebih tinggi. Di sini, ia hanya menyajikan temuan di lapangan dan menegur pedagang nakal. Petugas menyarankan agar pedagang menolak tawaran makanan kemasan tanpa izin edar, tanpa tanggal kedaluwarsa dan barang kedaluwarsa.

Di salah satu sudut pasar, seorang penjual makanan kecil di blok F, Titik mengakui tak sedikit makanan olahan dijualnya tanpa merek dan tanggal kedaluwarsa. Namun ia memastikan dagangan yang tidak laku diretur.

“Hanya dua hari tahan di luar. Makanan yang enggak laku langsung diambil lagi suplier dari Yogya,” katanya.

Sidak ini digelar enam putaran jelang lebaran, dengan sasaran pasar tradisional di Karanganyar. (Lim)

Read previous post:
Cegah Kanker Dengan Konsumsi Tauge

MENU masakan menyehatkan layak untuk rutin disajikan, misalnya saat sahur maupun buka puasa. Menu yang dipilih, misalnya yang menggunakan perpaduan

Close