Abdul Azis Muhammad Ridwan Ingin Wujudkan Margorejo Maju

Manfaatkan Potensi Kalurahan untuk Kesejahteraan Seluruh Masyarakat

TEMPEL (MERAPI) – Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel memiliki potensi alam yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan tepat. Meskipun disetiap padukuhan kualitasnya berbeda, namun dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga. Begitu pula tanah kas kalurahan harus dikelola lebih maksimal sesuai karakter atau sifat fisiknya. Jangan sampai karena sulit dimanfaatkan, lokasi itu terbengkalai tanpa usaha atau inovasi.

Hal ini disampaikan Bakal Calon Lurah Margorejo, Abdul Azis Muhammad Ridwan, ketika ditemui dikediamannya, Cungkuk Kidul, Padukuhan Surowangsan terkait memajukan kalurahan, belum lama ini. Menurutnya, kekayaan kalurahan seperti tanah kas maupun aset lain dalam mengelola agar diserahkan sepenuhnya oleh lembaga yang jelas diantaranya Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Hal ini ditempuh supaya mudah dalam memantau maupun memberi kepercayaan kepada masyarakat.

Abdul Azis Muhammad Ridwan (empat dari kanan) sedang gotong-royong bersama masyarakat

“Pemerintah kalurahan tentu ingin mandiri. Tetapi karena anggaran yang dimiliki terbatas, seorang pemimpin harus mempunyai terobosan dengan mencari dana ke lembaga pemerintah baik kabupaten hingga kemetrian untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dijelaskan Ridwan, demikian sapaannya, tanah kas kalurahan sebelum digunakan diinventarisir terlebih dahulu sesuai pemanfaatan. Jika tergolong tanah subur dimaksimalkan untuk pertanian maupun perkebunan. Namun apabila tanah tandus dapat dijadikan toko atau rumah susun.

“Tanah kas, kekuasaan dibawah pemerintah kalurahan. Kalau tanahnya subur, serahkan ke warga untuk pertanian. Tetapi yang sulit ditanami, dirikan saja toko atau rumah susun yang dikelola BUMKal. Bangunan itu semuanya untuk warga Margorejo,” terangnya.

Tak hanya itu, tanah lungguh milik pamong juga harus ditinjau ulang. Jangan sampai pembagiannya tidak merata sehingga terjadi ketimpangan pendapatan dan tidak adil. Misalnya ada pamong yang mendapat lungguh tanah tidak produktif sementara pamong lain meneriman jatah lahan subur. Ketika disinggung niatnya ikut pemilihan lurah, Direktur BUMKal Semar ini menegaskan, misi yang utama adalah menjadikan Kalurahan Margorejo maju. Yakni maju dibidang pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, pelayanan kepada masyarakat, perekonomian serta bidang lainnya.

Pengusaha persewaan alat komunikasi dan percetakan dibawah bendera Raja HT ini menegaskan, sebagai wirausaha mempunyai pengalaman dalam mengelola bisnis. Begitu pula pemanfaatan potensi kalurahan juga dapat dijalankan cara bisnis dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai subyek usaha. Sehingga tercipta kemakmuran bersama tidak hanya bagi lurah dan pamong.

Dicontohkan, pasar tradisional di wilayah Ngemplak sudah terkenal sebagai pusat jajanan tradisional. Lokasi itu harus digarap lebih serius dan direnovasi agar semakin ramai dikunjungi. Bahkan jika memungkinkan dikembangkan menjadi desa wisata.

“Saya menjadi lurah bukan ambisi pribadi, tetapi mengajak putra putri terbaik Margorejo untuk bersama-sama membangun tanah air, kalurahan tercinta. Kalau bukan kita, siapa yang akan merawat dan memajukan Margorejo. Untuk itu, kesempatan yang baik ini kami mengajak seluruh masyarakat Margorejo maju bersama,” pungkas Ridwan. (Awn)

Read previous post:
100 Pelajar SD-SMP Terima Bantuan Baznas

WONOSARI (MERAPI) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan kepada 100 pelajar jenjang pendidikan SD dan SMP di Kabupaten

Close