“Jumat Berkah”: Pembeli Membayar Seikhlasnya di Kotak

MERAPI-SULISTYANTO
Kotak khusus digunakan untuk membayar seikhlasnya di lokasi kuliner yang menerapkan program Jumat Berkah.

ADA beragam cara untuk bisa membantu masyarakat ketika pandemi Covid-19 belum berakhir. Salah satunya seperti diterapkan di beberapa lokasi kuliner, yakni menerapkan program Jumat Berkah.Dengan program ini, pembeli bisa membayar seikhlasnya dengan memasukkan uang di kotak khusus, layaknya kotak infak.

Lokasi kuliner yang menerapkan Jumat Berkah, misalnya di Soto Ayam Kampung Bu Mimin kawasan Dukuh Sidomoyo Sleman dan Angkringan ‘Om Kece’ kawasan Tirtoadi Mlati Sleman. Sosialisasi membayar seikhlasnya, antara lain lewat media sosial maupun spanduk-spanduk. Tak jarang, malah ada warga yang ingin ikut bersedekah dengan menstranfer uang ataupun membayar jauh lebih mahal dari harga yang dibanderol. Sehingga wajar, meski diterapkan membayar seikhlasnya, namun tak rugi.

“Selain setiap hari Jumat, kami juga memberlakukan membayar seikhlasnya pada hari Ahad, tapi khusus pembeli yang datang dengan naik sepeda onthel ataupun goweser,” ungkap pemilik Soto Bu Mimin, Ny Aminah kepada Merapi, kemarin.

Ditambahkan, sebelum menggunakan kotak terbuat dari kayu, pihaknya menggunakan kotak terbuat dari kaca. Sehingga ketika ada pembeli yang memasukkan uang dibawah harga normal, sering terbesit rasa kurang ikhlas. Tapi pernah juga melihat uang yang dimasukkan ke kotak kaca, berlipat-lipat dibanding dengan harga soto normalnya.

Tak berselang lama, pihaknya mengganti kotak terbuat dari kaca menjadi kotak terbuat dari kayu, sehingga tak ada lagi terbesit rasa kurang ikhlas. Sementara itu Sarjana, kru Angkringan OM Kece menjelaskan, pihaknya menerapkan program Jumat Berkah antara lain untuk bisa bersedekah dan menggugah rasa peduli kepada sesama terlebih sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Diharapkan warga yang terdampak pandemi bisa memanfaatkan program tersebut. Omset penjualan tak meningkat tak masalah, namun sangat diharapkan sedekah yang terkumpul semakin banyak.

“Uang yang terkumpul dari membayar seikhlasnya maupun sedekah dari konsumen, baik secara langsung atau ditransfer, antara lain bisa kami salurkan ke panitia pembangunan masjid, pesantren penghafal Alquran, panti asuhan maupun beberapa yayasan sosial. Ada juga yang dibelikan wujud beras, lalu disalurkan ke yang benar-benar membutuhkan,” urainya.

Adapun menu makanan yang bisa membayar seikhlasnya setiap Jumat dari pukul 08.00 sampai 15.00, yaitu sop ayam dan nasi langgi. Ketika merasa belum kenyang, boleh juga nambah. Dengan kata lain, bisa makan sop ayam dan nasi langgi sak warege, mbayar sak ikhlase. Suatu hal yang disyukuri pula, beberapa pihak bahkan berasal dari luar daerah antusias ikut bersedekah dengan transfer uang.

“Alhamdulillah, dalam waktu sekitar empat bulan terkumpul sedekah sekitar Rp 14 Juta. Sebagian sudah kami salurkan atau sumbangkan terutama ke anak yatim serta dhuafa maupun panitia pembangunan masjid,” jelas Jhon sapaan akrab Sarjana. (Yan)

Read previous post:
Wabup Bantul Dukung Keselamatan Berlalu-lintas

BANTUL (MERAPI) - Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Joko Purnomo mendukung pembagian helm, masker dan hand sanitizer dalam operasi simpatik yang

Close