Diluncurkan Infak Masjid Daring

MERAPI-HUMAS SLEMAN
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melakukan peluncuran infak Masjid melalui QRIS Bank BPD DIY Cabang Sleman di Masjid Agung Sleman.

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Cabang Sleman meluncurkan infak masjid daring melalui QRIS Bank BPD DIY, Kamis (4/3).

Peluncuran secara simbolis dilakukan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dengan melakukan infak ke Masjid Agung Sleman melalui aplikasi yang dimilikinya. Kustini mengapresiasi serta menyambut baik penerapan QRIS yang ada di Masjid Agung Sleman tersebut dan menyebutkan bahwa hal tersebut sebagai bentuk pelayanan Pemkab Sleman bagi masyarakat yang ingin beramal secara lebih mudah.

“Dengan pemanfaatan teknologi, kegiatan berinfak menjadi lebih efektif, praktis, dan mudah. Diharapkan inovasi ini dapat diterapkan di masjid-masjid lain di wilayah Sleman dan Masjid Agung Sleman ini bisa menjadi pelopor dalam penerapannya,” katanya.

Menurut dia, pemanfaatan sistem ini hendaknya terus disempurnakan dan disosialisasikan, karena ini penting dilakukan agar masyarakat paham penggunaannya, demi membantu kepentingan umat melalui teknologi yang berkembang saat ini.

Kustini juga mengharapkan agar takmir masjid di wilayah Kabupaten Sleman yang masih tertutup untuk umum dapat membuka semua masjid untuk kepentingan ibadah bagi warga maupun masyarakat umum tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman Efendi Sutopo Yuwono menjelaskan bahwa transaksi nontunai yang diluncurkan tersebut menggunakan QRIS.

Menurut dia, QRIS sendiri adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dapat dilakukan lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

“Saat ini QRIS telah dimanfaatkan di pasar-pasar, pusat perbelanjaan, tempat wisata, museum dan lainnya. QRIS juga sudah menjadi bagian dari pembayaran,” katanya dikutip Antara.

Ia mengatakan, saat ini QRIS juga digunakan untuk penerimaan Pemda antara lain puskesmas, retribusi wisata di Kaliurang, tera mesin di Dinas Perindag, Museum Gunungapi Merapi (MGM), dan candi-candi.

“Dana Infak akan langsung masuk ke rekening tabungan masjid yang bersangkutan online secara real time, tanpa jeda dan rekapitulasi dapat di saat itu juga. Hal ini pasti akan memudahkan takmir masjid saat menghitung uang infak,” katanya.

Efendi menjelaskan dengan adanya sistem QRIS ini akan memudahkan masyarakat berinfak dari mana pun, meski tidak sedang di dalam masjid. Maka hal ini juga akan membantu masyarakat mengurangi kontak dengan orang lain di masa pandemi seperti saat ini.

“Dengan penerapan infak online ini juga bisa mencegah risiko pencurian kotak amal masjid. Selain itu juga memudahkan penggalangan dana untuk pembangunan maupun renovasi masjid,” katanya. (*)

Read previous post:
Advokat Wajib Bantu Pencari Keadilan

SLEMAN (MERAPI) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Sleman, Haryanto SH mengajak semua advokat anggota Peradi

Close