Plesiran Ndeso Tangkilan Andalkan Bunga Plastik

MERAPI-SULISTYANTO
Sebagian pendopo digunakan sebagai galeri kerajinan bunga plastik berbahan botol bekas.

GODEAN (MERAPI) – Lokasi wisata atau rekreasi bernuansa ndeso kian mudah ditemukan. Tak jarang, suatu kekhasan atau daya tarik lokasi rekreasi berusaha ditampilkan semaksimal mungkin. Seperti halnya di pinggir Padukuhan Tangkilan Godean Sleman ada tempat bernama Plesiran Ndeso antara lain menampilkan daya tarik pemanfaatan botol-botol plastik bekas, misalnya dibuat kerajinan bunga plastik, vas, taman botol dan lampion.

“Meski Plesiran Ndeso belum dilaunching, namun sudah banyak didatangi warga. Terutama pemanfaatan botol-botol bekas menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan ada sebagian lokasi pendopo yang kami gunakan sebagai galeri bunga plastik. Semua bunga belum untuk dijual,” jelas Ketua Pengurus Plesiran Ndeso yang juga Dukuh Tangkilan, Triyono Budi Santoso kepada Merapi, Jumat ( 26/2).

Warna-warni bunga plastik dengan bentuk dan ukuran berbeda, sebutnya, banyak dikerjakan segenap pengurus Plesiran Ndeso saat hari libur. Bahkan sering dilembur dengan tidur di pendopo. Saat ini ada 26 warga sudah menjadi pengurus, antara lain terbagi dalam divisi wahana permainan, kolam renang, kuliner/ jajan pasar, galeri kerajinan, kolam ikan, mini zoo, parkir dan keamanan. Adapun launching Plesiran Ndeso direncanakan pada Maret 2021.

“Ketika pandemi Covid-19 belum berakhir, kami berusaha menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik mungkin. Saat launching nanti, kemungkinan pandemi belum berakhir, sehingga menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Lokasi Plesiran Ndeso dengan luas 8.000 meterpersegi, sebut Triyono, merupakan tanah kas desa. Mulai dari pintu gerbang masuk sampai kompleks kawasan tersebut banyak dihias warna-warni lampu lampion yang terbuat dari botol plastik bekas. Antara lain warna hijau, kuning, merah, biru dan putih. Sedangkan jumlah stan kuliner ada 35, namun belum buka semua. Penyewa stan kuliner diutamakan warga setempat, bahkan ada juga kelompok di Tangkilan seperti Kajian Malam Jumat (KMJ).

“Stan kuliner kelompok KMJ, rencananya buka Maret. Pagi sampai sore direncanakan menyediakan beberapa masakan khas seperti soto, lalu malam harinya terutama aneka kopi dan minuman tradisional,” papar Triyono.

Ditambahkan, selain warga setempat dan sekitarnya, tak sedikit juga warga dari tempat lain berkunjung ke kawasan tersebut. Bahkan ada yang datang rombongan, misalnya kelompok gowes dan sanggar kesenian. Adapun biaya untuk pembangunan kawasan tersebut masih banyak berasal dari swadaya warga setempat. Masih dalam tahap penggodogan juga, apakah nantinya dapat dikelola bersama Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Yang jelas, kami berharap kehadiran Plesiran Ndeso ini bisa memberi banyak manfaat. Saat masih ada pandemi seperti sekarang, diharapkan bisa menjadi tempat hiburan yang juga mampu mendukung imunitas tubuh, apalagi tak sedikit lokasi kuliner juga menyediakan makanan dan minuman menyehatkan,” tegasnya.(Yan)

Read previous post:
Bea Cukai Jateng DIY Sita 968 Ribu Rokok Ilegal

SEMARANG (MERAPI) - Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mengamankan sebuah truk bermuatan ratusan ribu batang rokok ilegal dari Jember (Jatim)

Close