Jika Banjir Lahar, Warga Lereng Merapi Sudah Siap

MERAPI-ANTARA
Ilustrasin saat warga menaiki mobil menuju titik kumpul sementara SD Sanjaya Tritis, Pakem, Sleman, beberapa waktu lalu.

SLEMAN (MERAPI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyebutkan bahwa warga lereng Gunung Merapi di wilayah Sleman sudah memiliki kesiapan dan langkah antisipasi jika terjadi banjir lahar dingin di sungai berhulu Merapi pada musim hujan ini.
“Warga lereng Merapi di Sleman seperti di Dusun Turgo, Purwobinangun maupun Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem sudah siap dalam menghadapi ancaman bahaya lahar hujan Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi di aliran Sungai Boyong ketika hujan di puncak terjadi,” kata Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman Joko Lelono di Sleman, Rabu (24/2).

Menurut dia, saat ini baik Dusun Turgo maupun Kemiri merupakan bagiab dari Desa Purwobinangun yang telah dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) Utama oleh BPBD Sleman.
“Dengan telah dikukuhkannya Desa Purwobinangun sebagai Destana Utama, maka harapannya semua dusun sudah bisa dan paham betul terkait dengan program Destana tersebut. Kalau di program Destana, otomatis warga diajak untuk memahami ancaman bencana,” katanya.

Ia mengatakan, untuk Dusun Turgo yang berjarak sekitar enam kilometer dari puncak Merapi, selain ancaman awan panas guguran erupsi Gunung Merapi juga ancaman banjir lahar dingin di Sungai Boyong.
“Masyarakat di Dusun Turgo sudah mengeerti potensi bencana yang bisa terjadi dan langkah antisipasi duni,” katanya dilansir Antara.

Joko mengatakan, sejak jauh hari BPBD Sleman sudah mengajak masyarakat untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang berkaitan dengan penanggulangan bencana di masing-masing dusun.
“Masyarakat di wilayah lereng Merapi sudah siap dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi maupun banjir lahar dingin. Terlebih, tim siaga bencana juga sudah disiapkan baik di Purwobinangun maupun Candibinangun. Di Turgo itu ada penjaga ‘early warning system’ (EWS). Dengan kehadiran relawan yang setiap saat melakukan pemantauan Gunung Merapi di Turgo, masyarakat siap untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin ada,” katanya.

Ia mengatakan, dari pendataan yang dilakukan BPBD Kabupaten Sleman, permukiman yang paling dekat dengan bantaran Sungai Boyong berada di wilayah Kemiri dan Dusun Pulowatu, Candibinangun, Pakem, Sleman.
“Di dua wilayah tersebut tebing sungai tidak terlalu tinggi. Sehingga banjir lahar saat hujan bisa mengancam keselamatan warga,” katanya.

Saat ini Desa Candibinangun juga sudah dikukuhkan sebagai Destana, kemudian Tim siaga bencana di Candibinangun juga sudah minta jalur evakuasi untuk dipasang.
Meski demikian masyarakat tetap harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar dingin saat hujan di puncak Merapi karena saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi, demikian Joko Lelono.

Sementara Gunung Merapi selama periode pengamatan Rabu pukul 00.00 sampai 06.00 WIB mengeluarkan awan panas guguran dan lava pijar ke arah barat daya, ke arah hulu Kali Krasak dan Boyong. Menurut pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), selama periode itu awan panas guguran Merapi diperkirakan meluncur sejauh 800 meter dan lava pijarnya meluncur sejauh 700 meter.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan persnya mengatakan bahwa Merapi pada pukul 06.31 WIB mengeluarkan awan panas guguran dengan amplitudo 31 mm dan durasi 88 detik.
“Tinggi kolom tak teramati karena puncak berkabut,” kata Hanik.

Selama pengamatan, gunung api aktif itu juga terdeteksi mengalami 39 gempa guguran dengan amplitudo 4 sampai 30 milimeter selama 11 sampai 121 detik.
Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (*)

Read previous post:
Amankan Kapal, Ratusan Nelayan Libur Melaut

WONOSARI (MERAPI)- Ratusan nelayan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul libur melaut menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang

Close