RS PKU Muhammadiyah Gelar Milad, Resmikan Gedung Siti Walidah

MERAPI-SULISTYANTO
Foto bersama usai pemotongan pita peresmian Gedung Siti Walidah.

GAMPING (MERAPI) – Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan PKU Muhammadiyah Gamping Sleman sebagai salah satu amal usaha milik Muhammadiyah,sama-sama lahir pada 15 Februari. Hanya saja umur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta 98 tahun, sedangkan RS PKU Muhammadiyah Gamping 12 tahun.

Pada tahun ini, resepsi milad kedua rumah sakit dilaksanakan di Aula Gedung Siti Walidah kompleks RS PKU Gamping Jalan Wates Sleman sekaligus diwarnai peresmian gedung setempat, Senin (15/2). Acara peresmian gedung ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrohman SpS MKes dilanjutkan foto bersama, perwakilan dari PP Muhammadiyah, Badan Pelaksana Harian serta jajaran direksi kedua rumah sakit.

Selanjutnya mendengarkan sambutan secara virtual dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr KH Haedar Nashir MSi. Dalam kesempatan ini Prof Haedar antara lain menerangkan sekilas sejarah berdirinya RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, atas inisiatif salah satu muridnya bernama KH Sudjak. Pada awalnya, berupa klinik dan poliklinik yakni resmi berdiri pada 15 Februari 1923 dengan lokasi pertama di kampung Notoprajan Yogya.

“Dengan spirit Alquran Surat Al Maun, Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah harus hadir memberikan pelayanan yang ramah, manusiawi, pelayanan yang terbaik dan pelayanan yang membuat setiap orang yang datang selalu memperoleh nilai-nilai yang bermakna. Sebagai mana spirit Al Maun dan nilai Islam yang dibawa Muhamamdiyah, dari RS PKU juga harus hadir kualitas RS dengan segala pelayanan yang unggul dan berkemajuan,” tegasnya.

Hal senada dijelaskan pula Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Dr H Mohammad Komarudin SpA, bahwa PKU adalah sebagai wujud Al Maun, memiliki empat cerminan dasar yang harus selalu menjadi kekhasan PKU dalam amal perbuatan, yaitu memberi, melayani, mengasihi dan mengisi. Lalu dalam rangka menyongsong kehadiran abad kedua, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bersiap merealisasikan rencana langkah-langkah strategisnya untuk masa depan yang kompetitif.

“Insya Allah dengan niat yang tulus semata karena perjuangan di jalan Allah, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta telah bersiap melakukan terobosan baru untuk melakukan pembangunan dari berbagai aspek, sekaligus siap menghadapi berbagai regulasi dan tantangan yang timbul,” paparnya.
Sementara itu Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr H Ahmad Faesol Sp Rad MKes MMR menjelaskan, dengan menjalankan aktivitas yang tertuang dalam strategic businnes plan 2021, secara konsisten di semua unit kerja, diharapkan, pelayanan RS Muhammadiyah Gamping terus meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Terkait pandemi Covid-19 yang belum berakhir, diharapkan segenap pihak tetap waspada, jangan abai dan menganggap ringan wabah ini.

“RS PKU Muhammadiyah Gamping beserta seluruh civitasnya, sejak awal pandemi terus berbuat yang terbaik dalam menghadapi pandemi ini, misalnya membuat ruang isolasi khusus untuk pasien Covid-19, penambahan bangsal untuk pasien Covid-19 dengan gejala sedang, melengkapi ICU Covid-19 sampai menginisiasi pendirian shelter UNISA bagi masyarakat yang confirmed tanpa gejala yang membutuhkan isolasi,” tambah Ahmad Faesol. (Yan)

Read previous post:
Utamakan Edukasi, Penolak Vaksin Belum Perlu Disanksi

Close