Sleman Mulai Sosialisasi Penerapan PTKM

MERAPI-HUMAS SLEMAN
Joko Supriyanto (tengah) memimpin sosialisasi PTKM kepada panewu se-Kabupaten Sleman

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mensosialisasikan aturan mengenai Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Pemberlakuan aturan tersebut secara resmi diberlakukan selama 2 minggu mulai 11-25 Januari 2021.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di ruang Sembada Sekretariat Daerah Sleman, Jumat (9/1) tersebut dihadiri para panewu yang nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Menurut Plt Assek Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman Joko Supriyanto, sosialisasi PTKM tersebut berdasarkan instruksi Bupati Sleman Nomor 01/INSTR/2021 Tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Serta Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No 1/INSTR/2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY.

Dijelaskan Joko, pembatasan tersebut meliputi tempat kerja atau perkantoran dengan 50 persen work from home (WFH) dan 50 persen work from office (WFO). Begitu pula pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring, kegiatan restoran/rumah makan sebanyak 25 persen dari kapasitas tempat duduk sampai dengan pukul 19.00 WIB. Pembatasan pengunjung mall dan tempat wisata serta mengizinkan pekerja konstruksi dan tempat ibadah sebanyak 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk itu Joko berpesan kepada panewu dan lurah se-Kabupaten Sleman agar mengoptimalkan tugas dan fungsi Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19.
“Instruksi ini agar disosialisasikan kepada masyarakat dan selalu dipantau dalam penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” tegasnya.

Terlebih untuk acara hajatan dan tempat wisata di desa-desa agar dikondisikan supaya tidak terjadi kerumunan, menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dan tidak melaksanakan makan dan minum ditempat. Tempat wisata yang ada di sleman untuk selalu dipantau agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat pula.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Susmiarto menjelaskan, jajarannya akan melibatkan personil kepolisian, TNI dan instansi lain untuk membantu dalam melakukan penertiban pelanggaran penerapan disiplin protokol kesehatan. Beberapa pasar besar tetap beroperasi untuk menjaga perekonomian masyarakat dan agar tidak terjadi lonjakan harga.
“Dalam mendayagunakan patroli menjadi 2 shift. Yang kemarin memantau objek vital seperti perkantoran, sekarang lebih ke arah yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti objek wisata, jam operasional dan protokol kesehatan, ” pungkasnya. (Awn)

Read previous post:
PHT Pengasih Dilengkapi Pasar Tani

PENGASIH (MERAPI) - PASAR Hewan Terpadu (PHT) di Kapanewon Pengasih, Kulonprogo kini semakin lengkap. Selain sebagai tempat jual beli ternak

Close