CHSE Kemenparekraf Tekan Persebaran Virus di Destinasi Wisata

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita mengakui sektor pariwisata harus menyesuaikan diri pada masa pandemi Covid-19. Sektor pariwisata tidak lagi mengutamakan quantity (kuantitas) kunjungan, namun bergeser menjadi quality (kualitas). Tidak perlu banyak asal berkualitas dari lama kunjungan hingga memaksimalkan belanja wisatawan.

Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki program CHSE yang apabila diterapkan dapat mengurangi persebaran virus Covid-19. CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sejak September 2020.

“Kita punya program CHSE, kalau ditepati betul, dijaga betul, insyaallah sehat betul,” ungkapnya, Rabu (3/12) di Hotel Marriot Yogyakarta.

Melalui program tersebut, destinasi wisata diberikan pelatihan penerapan CHSE kepada seluruh pengelola dan karyawannya secara benar dan disiplin. Sehingga protokol kesehatan berjalan dengan sangat disiplin.

Lebih lanjut, Indah mengatakan meskipun dia tidak memungkiri sektor pariwisata merupakan salah satu penunjang perekonomian di Indonesia. Namun kualitas lebih penting dari pada jumlah kunjungan asal banyak berpotensi berkerumun.

“Kita harus realistis terhadap apa yang terjadi. Kalau pariwisata inginnya banyak (wisatawan) tapi (karena) pandemi dikurangi, dengan prokes yang baik Insyaallah bisa sehat,” jelasnya.

Oleh sebab itu, berbagai destinasi wisata diwajibkan mengurangi kapasitas kunjungan agar tidak berkerumun dan menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan serta memakai masker. “Ketika tamu sudah mencapai 50 persen maka destinasi wisata tersebut tidak mengizinkan lagi wisatawan masuk,” imbuhnya.

Indah juga mengungkapkan dampak pandemi membuat pengembangan kawasan Badan Otorita Borobudur agak tersendat. Pada tahun 2020 fokus pada administrasi sedangkan untuk pekerjaan fisik diundur tahun 2021 mendatang.

“Kita itu punya pekerjaan fisik tapi kita undur ke 2021, sekarang ngurus administrasinya. Tapi sementara itu kita kerjakan infrastruktur dasar dulu supaya kawasan otoritatifnya bisa segera dimasuki investor,” jelasnya. (C-4)

Read previous post:
Mall Pelayanan Publik Dorong Percepatan Investasi Kulonprogo

Close