Bisnis Catering Terapkan Prokes Covid-19

MERAPI – ISTIMEWA
Petugas catering dilengkapi dengan face shield

SLEMAN (MERAPI) – Pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada bisnis catering. Pasalnya hampir seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa dan membutuhkan jasa catering harus mandeg beberapa bulan ini. Meski begitu, bisnis catering mulai mengeliat seiring mulai dilaksanakannya beberapa kegiatan dengan tetap mematuhi prokes Covid-19 secara ketat.

“Ketika sebelum ada pandemi Covid-19, undangan untuk tamu resepsi pernikahan sering hanya satu atau dua tahap. Tapi ketika ada pandemi Covid-19 dan sampai sekarang belum berakhir, kami biasa menyarankan kepada yang punya gawe untuk dibagi minimal menjadi tiga tahap,” ungkap pemilik Maheswari Catering di Yogya, Ari Prastiwi kepada Merapi, baru-baru ini.

Penyedia jasa catering terus berupaya menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik mungkin.Beberapa prokes yang penting diterapkan segenap kru katering serta tamu undangan, antara lain menggunakan masker/face shield, mencuci tangan secara berkala menggunakan sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Langkah nyata dalam upaya menjaga jarak maupun menghindari kerumunan, misalnya tamu undangan dibatasi kedatangan di lokasi resepsi dengan sistem secara bergantian.

Pembatasan juga dilakukan seperti meminimalisir tamu atau peserta. Dari segi penyajian makanan juga dibuat gubug-gubug makanan dengan dilengkapi plastik bening dan tebal. Pilihan lainnya ialah disajikan dengan dilayani satu persatu dari meja ke meja agar tidak terjadi kerumunan saat pengambilan makanan.

Tak jauh beda dengan yang dijelaskan Ari, pemilik Sekar Ampena Catering asal Sleman, Adi Kurniawan juga menegaskan, pihaknya selalu menyarankan kepada yang punya acara resepsi pernikahan agar membagi kedatangan tamu minimal sampai tiga shift. Selain itu disarankan tak ada konsumsi model prasmanan (tamu mengambil sendiri), namun diambilkan oleh petugas katering. Artinya juga tak ada meja prasmanan memanjang, tapi cukup gubug-gubug sehingga lebih mudah menerapkan dalam menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Bagian depan gubug-gubug kami batasi juga menggunakan plastik bening yang tebal. Selain itu tetap perlu adanya petugas dari katering maupun panitia acara untuk bisa mengatur jarak serta mencegah kerumunan, misalnya jangan sampai di depan gubuk-gubuk ada beberapa orang. Ketika ada dua orang di depan gubug, jaraknya minimal satu meter,” ungkap Adi. (C-4)

Read previous post:
1 Rumah Warga Roboh, Rusak Tertimpa pohon

WONOSARI (MERAPI) - Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul menyebabkan 1 rumah roboh dan 2 rusak

Close