Perwosi Sleman Dorong Masyarakat Belanja di Pasar

MERAPI-AWAN TURSENO
Hj Kustini Sri Purnomo (kiri) saat berbelanja di Pasar Srowolan

PAKEM (MERAPI) – Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sleman terus menggalakkan olahraga kepada masyarakat. Salah satunya dengan menyelenggarakan senam massal di beberapa lokasi yang berbeda.
Kegiatan tersebut bukan hanya untuk mengajak agar ketahanan tubuh meningkat terutama pada masa pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. Tetapi sekaligus mendorong masyarakat terutama kaum perempuan agar bangkit, bekerja dan melakukan aktifitas sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

“Sampai saat ini pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhir. Tetapi pemerintah telah mempunyai program baru ditengah-tengah pandemi ini. Yaitu memberi kesempatan kepada masyarakat agar bekerja dan berkarya. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan,” kata Susi, salah satu pengurus Perwosi Sleman ketika mengikuti senam massal di Pasar Srowolan, Purwobinangun, Pakem, Selasa (20/10).

Menurut Susi, bangkitnya aktifitas warga setelah beberapa waktu lalu terhenti diharapkan mampu memulihkan perekonomian kembali. Agar dalam bekerja dapat maksimal, masyarakat harus tetap sehat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat diantaranya gemar berolahraga.
Senam massal di komplek Pasar Srowolan ini, imbuhnya, sekaligus mengangkat keberadaan pasar Srowolan agar lebih dikenal oleh masyarakat Sleman. Dampaknya, pasar tradisional yang menyandang pasar perjuangan ini tumbuh lebih pesat, pedagang dan pengunjung juga meningkat.
“Mari kita gerakkan untuk selalu berbelanja di pasar tradisional agar perputaran uang tetap dirasakan oleh pedagang kecil. Kita sesarengan mbangun Sleman,” pintanya.

Hj Kustini Sri Purnomo yang kebetulan berbelanja di pasar tersebut menyampaikan, selama masa pandemi, beberapa bulan lalu keberadaan Pasar Srowolan sepi pengunjung. Namun, setelah memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), perekonomian setempat mulai menggeliat. Pedagang dan pembeli mulai memanfaatkan pasar tradisional tersebut.
“Untuk mengangkat kembali perekonomian warga terutama di daerah pedesaan, keberadaan pasar tradisional harus dihidupkan kembali. Disinilah perputaran uang berjalan dari dan untuk rakyat kecil,” ungkapnya.

Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional baik tingkat dusun maupun desa, akan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Sleman. kepedulian dan kerja sama semua lapisan masyarakat ini sekaligus dapat mengikis angka kemiskinan.
“Dengan belanja, mborong bareng produk atau kearifan lokal berarti kita ikut mensukseskan program Pemerintah kabupaten Sleman yaitu menekan angka kemiskinan,” pungkas istri Bupati Sleman, Sri Purnomo ini. (Awn)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA RSUD Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
RSUD Wonosari Buka Pendataran Pegawai 50 Formasi Tenaga Medis dan Nonmedis

WONOSARI (MERAPI) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari membuka pendaftaran untuk mengisi berbagai formasi, sedikitnya untuk 50 orang baik

Close