UGM dan BIN Jalin Kerjasama Percepatan Penelitian Covid-19

MERAPI - ISTIMEWA BIN menyerahkan bantuan kepada UGM sebagai salah satu realisasi kerjasama percepatan penelitian Covid-19, Kamis (7/5) di UGM.
MERAPI – ISTIMEWA
BIN menyerahkan bantuan kepada UGM sebagai salah satu realisasi kerjasama percepatan penelitian Covid-19, Kamis (7/5) di UGM.

SLEMAN (MERAPI) – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Intelijen Negara (BIN) RI melakukan penandatanganan nota kesepahaman, terkait penelitian percepatan penanganan penyakit Infeksi dengan Potensi Kejadian Luar Biasa dan Pandemi, salah satunya merujuk pada Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

Sekretaris Umum BIN RI, Komjen. Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo mengatakan kerjasama sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap lembaga penelitian di Indonesia terutama dalam menanggapi situasi pandemi Covid-19.

“Pandemi ini memang sebuah permasalahan kesehatan, tetapi kini telah merembet ke bidang-bidang lainnya, seperti sosial, keamanan, serta ekonomi. Maka dari itu, permasalahan ini perlu kerjasama dengan semua pihak untuk menyelesaikannya, termasuk masyarakat pada umumnya,” tandasnya, Kamis (7/5) di Balairung UGM.

Bambang menyebut UGM dinilai sangat berpotensi terhadap penelitan tersebut, apalagi kampus tersebut dinilai sangat serius dan secara aktif melakukan berbagai upaya terkait penanggulangan Covid-19.

Salah satu realisasi kerjasama, BIN memberikan bantuan berupa 4 Unit RT-PCR 96wheel, DNA/RNA/Protein Quantification, 2 Unit Sterilisator, 3 Unit Refrigerator, 2 Unit Refrigerated Centrifuge, Incubator CO2, PCR kit Covid-19, 2 Unit Deep Freezer -80C, Rapid Test dan peralatan laboratorium lainnya.

“Melalui bantuan ini, RSA UGM Yogyakarta sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas uji Covid-19 hingga 768 spesimen pasien per hari,” jelasnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono berterimakasih atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan BIN. Ia menyebut UGM memang sudah memiliki sumber daya manusia yang melimpah, baik pakar maupun ahli terkait virus dan penyakit, meski ia mengakui fasilitas penunjang penelitian masih kurang dibanding negara-negara maju.

“Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga peneliti UGM agar dapat lebih maksimal dalam penanganan virus corona dan mendukung peneliti dalam pembuatan obat, vaksin anti-virus Covid-19 dan vaksin virus penyakit menular lainnya lainnya,” ucapnya.

Panut berharap semakin canggih dan cepat alat yang dimiliki untuk deteksi, maka semakin cepat pula penanganan dan kesempatan para pasien untuk sembuh, sehingga pandemi COVID-19 ini bisa kita berantas lebih cepat. (C-4)

 

Read previous post:
Satpol PP Sidak di Pasar Tegalgede, Banyak Warga Tak Peduli Pakai Masker

KARANGANYAR (MERAPI) - Kepatuhan warga mengenakan masker tergolong kurang, terutama di kalangan penjual dan pembeli di pasar tradisional. Satpol PP

Close