Sri Muslimatun dan Sadar Narimo Kembalikan Formulir ke Golkar

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Hingga hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang dilaksanakan Partai Golkar Sleman, terdapat 6 orang yang mengembalikan dari 7 yang mengambil formulir.

Keenam orang tersebut yaitu Reno Candra Sangaji (Kepala Desa Condongcatur), Sadar Narimo (Ketua DPD PAN Sleman), Sri Muslimatun (Wakil Bupati Sleman), Janu Ismadi (Ketua DPD Golkar Sleman), Najib Gysimar dan Amin Purnomo. Sedangkan satu orang yang tidak mengembalikan formulir yaitu Danang Sulistyo Wicaksono (Pengurus DPP Gerindra).

“Dari tujuh orang yang mengambil formulir, hingga hari terakhir yaitu 8 Februari ada 6 yang mengembalikan. Sedangkan satu orang tidak mengembalikan,” kata Sekretaris Golkar Sleman, Ali Sahdan di kantor Golkar setempat, Sabtu (8/2).

Dijelaskan Ali, orang yang mengembalikan pertama kali yaitu Reno Candra Sangaji disusul Janu Ismadi dan Sadar Narimo pada 7 Februari. Sedangkan Sri Muslimatun, Najib Gysimar serta Amin Purnomo pada hari terakhir yaitu 8 Februari.

Setelah pendaftaran ditutup, berkas keenam bakal calon tersebut akan diteliti dan dilakukan survei internal dengan melibatkan jajaran pengurus Golkar dari tingkat desa hingga kabupaten. Kemudian diajukan ke pengurus Golkar DIY.

“Setelah kita ajukan nama-nama tersebut, langkah selanjutnya dilakukan survei terbuka. Yaitu melibatkan masyarakat untuk melihat elektabilitas mereka,” imbuh Ali Sahdan didampingi Ihwan Setiawan.

Salah satu kandidat bakal calon yang mengembalikan formulir, Sri Muslimatun menyampaikan, dirinya mendaftar lewat Partai Golkar sebagai calon bupati. Diharapkan lewat Partai tersebut menjadi pendaftar yang terkuat dan terpilih menjadi bakal calon bupati yang diusung oleh Golkar.

“Saya mendaftar sebagai Calon Bupati Sleman. Itu harga mati karena saya sudah pernah bahkan hingga saat ini masih menjabat wakil bupati,” ungkapnya.

Didampingi Pengurus Golkar DIY Yulianto, Damanhuri (suami) dan putranya dr Muhammad Artha, Muslimatun menegaskan, untuk menjadi orang terkuat, pihaknya harus menjalin kerja sama serta memperkuat jaringan kepada semua pihak termasuk partai lain. Untuk itu Muslimatun juga mendaftar ke partai lain seperti NasDem, Gerindra maupun PDI Perjuangan.

“Saya maju sebagai bakal calon bupati tidak main-main. Tetapi sungguh-sungguh agar terpilih pada Pilkada ini,” imbuhnya.

Begitu pula untuk calon wakil bupati sebagai pendampingnya, menurut Muslimatun akan mencari sosok yang lebih muda, cerdas serta energik. Sehingga dapat mengimbangi kinerja ya dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Saya sudah tua, sudah sepantasnya menjadi ibunya wong Sleman. Yang mendampingi saya juga harus lebih muda dari saya, supaya gerak langkahnya pas,” jelasnya. (Awn)

Read previous post:
MELAJU TAK TERKENDALI TABRAK RUMAH-Rem dan Gas Ambulans Tiba-tiba Macet

WONOSARI (MERAPI)-Mobil ambulans nopol D 1061 AAE yang dikemudikan oleh Tujiyanto (42) warga Desa Ngondel Kulon, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul menabrak

Close