KPU Gelar Bintek Laporan Dana Kampanye

SLEMAN (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Pemilu 2019 di Grha Sarina Vidi, Kamis (13/12). Kegiatan diikuti semua peserta Pemilu, baik parpol, tim pasangan presiden dan wakil presiden serta perseorangan atau DPD.

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan tentang batasan maksimal dari sumbangan dana kampanye yang boleh diterima. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, untuk Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) parpol dan calon presiden wakil presiden maksimal Rp 2,5 miliar untuk perseorangan. Dari badan usaha atau kelompok maksimal Rp 25 miliar. Sedangkan untuk calon perseorangan atau DPD, sumbangan dari pribadi maksimal Rp 750 juta. Dan kelompok atau badan usaha maksimal Rp 1,5 miliar. Dan untuk badan usaha atau yang berbadan hukum, tidak boleh dari luar negeri.

Untuk mekanisme sistem pelaporan menurut Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, sudah berbasis aplikasi. Jadi, nantinya laporan yang diterima KPU Sleman sudah dalam bentuk soft copy.

“Jadi, kita mengundang peserta Pemilu ini agar paham tentang tata cara penggunaan aplikasi. Untuk pelaporan sudah bisa dilakukan sejak hari ini hingga tanggal 2 Januari 2019,” katanya.

Setelah laporan diterima, KPU Sleman akan mengumumkan kepada masyarakat. Dari sana dapat diketahui, peserta Pemilu mana yang taat akan regulasi dan mana yang tidak. Berbeda dengan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

“Ini merupakan bagian dari transparansi dari pelaksanaan Pemilu. Selain itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab,” ujar Siti Ghoniatun dari KPU DIY. (Awh)

Read previous post:
Pedagang Grosir Dikumpulkan, Bantu Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

SUKOHARJO (MERAPI) - Pedagang grosir sengaja dikumpulkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo karena memiliki peran besar dalam

Close