Ganjar: Tutup Objek Wisata yag Abaikan Keselamatan Pengunjung

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG (MERAPI) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, objek wisata yang mengabaikan keselamatan para pengunjung akan ditutup dan dicabut izinnya sebagai bentuk sanksi tegas.

“Saya dikirimi videonya, ketika perahu belum berangkat, itu sudah melebihi kapasitas, mereka juga tidak dibekali jaket keselamatan. Saya minta pengelola harus bertanggung jawab, kalau perlu izinnya ‘direview’ atau kalau perlu izinnya dicabut,” kata Ganjar di Semarang, Minggu (16/5), saat menanggapi tenggelamnya perahu wisata air di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Boyolali, yang menewaskan sebagian besar penumpangnya pada Sabtu (15/5).

Lebij lanjut Ganjar mengatakan, pihaknya menyesalkan tenggelamnya perahu wisata tersebut dan meminta insiden tersebut tidak terulang karena selain melebihi kapasitas, para penumpang juga tidak dibekali pelampung dan jaket keselamatan saat menaiki perahu. Menurutnya, kejadian itu harus menjadi pembelajaran sehingga seluruh bupati/wali kota diminta tidak ragu untuk menutup destinasi wisata yang tidak bisa dikontrol, baik sisi jumlah pengunjung maupun keselamatannya.

“Sekarang masih dalam operasi pencarian (korban tenggelam, red), tadi malam laporannya, operasi SAR masih kita lakukan karena informasinya masih ada tiga yang belum ketemu. Saya minta untuk terus dilakukan pencarian,” ujarnya dikutip Antara..

Orang nomor satu di Jateng itu mengingatkan seluruh pengelola objek wisata agar insiden tenggelamnya perahu wisata air di Waduk Kedung Ombo menjadi perhatian.

“Tantangan mereka saat ini, selain mengendalikan jumlah pengunjung, faktor yang tidak boleh diabaikan adalah keselamatan, maka seperti yang berkali-kali saya ingatkan, kira-kira bisa mengelola tidak? kalau tidak bisa dikontrol, tutup saja,” katanya.

Selain insiden di Waduk Kedung Ombo, Ganjar juga menyoroti ramainya sejumlah destinasi wisata di Jateng saat libur Lebaran meski pandemi Covid-19.

“Saya minta SOP ditaati, pembatasan pengunjung harus dilakukan, petugas harus sering patroli untuk terus mengingatkan. Bupati/wali kota tidak usah ragu menutup kalau itu tidak ditaati, daerah lain juga sama, kerumunan banyak dan itu membahayakan. Kita harus menjaga semuanya, kalau tidak maka akan sulit untuk mengembalikan kondisi seperti semula,” tandasnya. (*)

Read previous post:
Pemkab Sukoharjo Tolak Serahterima Underpass Makamhaji Dalam Kondisi Rusak

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemkab Sukoharjo menolak proses serahterima Underpass Makamhaji Kartasura dari pemerintah pusat ke daerah apabila masih dalam kondisi

Close