• Sabtu, 13 Agustus 2022

Deddy Corbuzier Pernah Tolak Divaksin, Ini Alasannya

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:36 WIB
Deddy Corbuzier  (Instagram @mastercorbuzier)
Deddy Corbuzier (Instagram @mastercorbuzier)

JAKARTA,harianmerapi.com-Dedy Corbuzier belum divaksin saat terserang badai sitokin akibat varian delta virus covid-19. Dia pun mengaku pernah menolak ikut vaksin meski membantu Kemenkes mengkapanyekan vaksin beberapa waktu lalu.

Di depan Menkes Menkes Budi Gunadi Sadikin, Dedy menjelaskan alasannya pernah tolak divaksin.

"Dulu saya mengkampanyekan vaksin, namun malah belum divaksin," ujar Dedy dalam podcast yang dilihat pada Rabu (25/8/2021).

Dia menjelaskan alasan belum divaksin mendahulukan lansia di mana memiliki risiko lebih tinggi terjangkit covid-19. "Saya berpikir yang lansia dulu karena lebih butuh. Saat itu kan jumlah vaksin masih terbatas," ujar Dedy.

Baca Juga: Menkes Penasaran Dokter Gunawan yang Selamatkan Nyawa Dedy Corbuzier

Menkes kemudian menjelaskan jika vaksin adalah hak semua warga negara. "Vaksin jelas membantu imun lebih kuat melawan virus," ujar Budi.

Menkes menjelaskan, vaksin tak serta merta menjadikan orang kebal, namun vaksin sangat membantu memperingan risiko seseorang saat tertular covid-19.

"Vaksin membuat orang dengan gejala berat jadi sedang, gejala sedang jadi ringan dan gejala ringan jadi tanpa gejala," tambahnya.

Untuk itu Budi mengajak semuanya untuk segera vaksinasi. Apapun jenis vaksin itu. "Termasuk Sinovac. Saya juga pakai Sinovac," sebutnya menanggapi keraguan sebagian orang akan keampuhan Sinovac.

Baca Juga: Dedy Corbuzier Cerita ke Menkes Pengalaman Diserang Badai Sitokin, Bawa-bawa Nama Jerinx

Dedy kemudian kembali mengingatkan agar tak meremehkan covid. Sebab dia sudah meraskan sendiri serangan virus tersebut.

Menkes Budi lantas mendorong orang yang memiliki gejala segera periksa tanpa menunggu lama. Apalagi saat ini varian delta terbukti sangat cepat menular dan ganas.

"Kita sarankan saat ada gejala segera periksa, dan saat positif, segera ke isolasi terpadu," sebutnya.

Baca Juga: Sempat Percaya Diri Tak Tertular, Dedi Corbuzier Jelaskan Ganasnya Serangan Covid-19

Dengan menjalani perawatan di selter atau isolasi terpadu, pasien akan terus dipantau. Sebab sekali lagi kata dia, varian Delta bisa menyebabkan perburukan dalam waktu sangat cepat.

"Yang isoman di rumah pun harus melakukan telekonsultasi dengan dokter tiap hari," tutupnya.*

Halaman:
1
2

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Terkini

X