• Kamis, 30 Juni 2022

Waspadai Penipuan Plasma Konvalesen, Ini Tiga Cara Mendapatkannya Secara Resmi Prosedur Resminya

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 15:01 WIB
Ketua PMI Jember, Jatim EA Zaenal Marzuki saat mendonorkan plasma konvalesen di UDD PMI Jember beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/HO-PMI Jember)
Ketua PMI Jember, Jatim EA Zaenal Marzuki saat mendonorkan plasma konvalesen di UDD PMI Jember beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/HO-PMI Jember)

JEMBER, harianmerapi.com - Masyarakat diminta untuk mewaspadai penipuan berkedok bantuan plasma konvalesen bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang membutuhkan plasma konvalesen.

Imbauan ini disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jember EA Zaenal Marzuki terkait maraknya permintaan plasma konvalesen melalui media sosial dan aplikasi whatsapp.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen untuk menghubungi PMI setempat karena ada standar operasional prosedurnya.

"Hindari penipuan mendapatkan plasma konvalesen. Ada standar operasional prosedurnya untuk mendapatkan plasma konvalesen dari PMI," katanya dalam siaran pers di Jember, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga: Sejumlah Kementerian Beri Perhatian Pemulihan Dampak Covid-19 pada Anak

"Kami terus aktif mengimbau masyarakat agar melakukan konfirmasi langsung kepada PMI Jember saat mengajukan permintaan plasma konvalesen sebagai terapi tambahan bagi pasien Covid-19 yang mengandung anti bodi SARS-CoV-2 dan berasal dari pasien yang sudah dinyatakan sembuh," tuturnya.

Zaenal mengimbau kepada keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-9 yang sedang dirawat di rumah sakit agar tidak tertipu oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan menawarkan menyediakan plasma konvalesen.

"Pihak keluarga supaya konfirmasi atau mendatangi langsung kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember untuk menghindari berbagai modus penipuan oleh pihak-pihak yang akan mengambil keuntungan mengatasnamakan PMI Jember," katanya.

Ia menjelaskan ada tiga cara permintaan plasma konvalesen ke PMI, yakni pertama, membawa formulir permintaan darah yang ditandatangani oleh dokter penanggungjawab pasien (DPJP) dari rumah sakit tempat pasien dirawat dengan membawa sampel darah pasien.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bali Bukan 'Save Haven' untuk Pengguna Narkotika

Minggu, 19 Juni 2022 | 14:50 WIB
X